Proyek Meikarta Bermasalah, Bagaimana Prospek Industri Properti?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beristirahat di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 15 Oktober 2018. KPK telah mengamankan uang dalam bentuk dolar Singapura senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait dengan perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi, Ahad, 14 Oktober 2018. ANTARA

    Pekerja beristirahat di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 15 Oktober 2018. KPK telah mengamankan uang dalam bentuk dolar Singapura senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait dengan perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi, Ahad, 14 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsultan properti menilai kasus dugaan suap perizinan megaproyek Meikarta dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak akan mempengaruhi sentimen masyarakat terhadap sektor properti secara keseluruhan.

    Baca: Begini Progress Pembangunan Proyek Meikarta Usai OTT KPK

    Vice President Coldwell Banker Advisory Dani Indra Bhatara mengatakan walaupun jika nantinya proyek Meikarta terganggu akibat kasus tersebut, tidak akan mempengaruhi secara signifikan sentimen masyarakat terhadap pasar properti secara keseluruhan.

     

    Pasalnya, kata Dani, sempat terjadi kasus di masa lalu yang mirip dengan Meikarta saat ini. Beberapa tahun lalu pernah terjadi kasus pada proyek yang melibatkan Podomoro Group namun tidak mempengaruhi sentimen orang terhadap properti secara umum saat itu.

    “Jadi bahwa setiap ada kasus, masyarakat hanya melihat developer-nya dan tidak melihat secara keseluruhan proyek properti di Jabodetabek. Hanya ada sentimen negatif pada proyek saja," ujar Dani, Selasa, 16 Oktober 2018.

    Terlebih, menurut Dani, sebagian besar konsumen Meikarta adalah untuk investasi. Kebutuhan end user untuk hunian di sekitar proyek Meikarta masih bisa dipenuhi dari proyek pengembang lain bila proyek Meikarta benar-benar terganggu.

    Namun hal sebaliknya akan terjadi bila proyek Meikarta berlanjut dan mengalami pertumbuhan nilai area proyek yang pesat. Hal itu akan mempengaruhi indeks pertumbuhan properti secara keseluruhan dan membentuk sentimen tertentu kepada konsumen.

    "Pasti akan menimbulkan sebuah sentimen masyarakat akan sebuah proyek, jika dikembangkan dengan baik Meikarta akan menjadi seperti sebuah standar bagaimana masyarakat melihat kawasan, harga unit, dan fasilitas yang akan naik (persepsinya)," kata Dani.

    Hal tersebut juga akan mempengaruhi sentimen masyarakat terhadap proyek lain. Apabila pengembang lain menjual harga lebih mahal daripada Meikarta, maka proyeknya menjadi tidak akan menarik.

    Baca: Soal Suap Meikarta, Luhut: Mereka Bilang Izin Sudah Beres

    Untuk saat ini, Dani memperkirakan, proyek Meikarta tidak bisa disamaratakan dengan proyek-proyek pengembangan dari pengembang lainnya. "Orang akan tetap melihat proyek lain sesuai dengan keunggulan masing-masing dan harga jualnya. Semua kembali bergantung kepada permintaan pasar seperti daerah mana dan daya beli masyarakat itu sendiri," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.