Hari Ini IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JAKARTA - Binaartha Sekuritas memproyeksikan pelemahan IHSG berlanjut dalam perdagangan hari ini, Selasa 16 Oktober 2018. 

    Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

    Baca: IHSG Ditutup Menguat Ditopang Saham Kapitalisasi Besar Hari Ini 

    Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.696,543 hingga 5.665,830.

    Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5787.006 hingga 5846.756. Berdasarkan indikator, MACD berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

    Sementara itu, Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG masih bisa berbalik ke zona hijau dengan dukungan dari kinerja emiten.

    Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan indeks potensial bergerak di level 5.621 - 5.872.

    Dia menjelaskan peluang kenaikan dari IHSG hingga saat ini masih terlihat cukup besar di tengah tekanan yang sedang terjadi.

    Selain itu, katanya, fluktuasi harga komoditas juga turut mewarnai pola gerak IHSG. Namun kondisi perekonomian yang cukup stabil serta rilis data kinerja emiten yang menunjukkan perbaikan sepanjang kuartal tiga diharapkan dapat turut menopang kenaikan dari IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

    "Diperkirakan hari ini IHSG berpotensi menguat," demikian menurut risetnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.