Sri Mulyani Sebut Ekspor September Belum Sesuai Harapan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) sebelum mengikuti sesi IMFC Plenary dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) sebelum mengikuti sesi IMFC Plenary dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan angka ekspor bulan September 2018 belum meningkat seperti yang diharapkan.

    Baca juga: Sri Mulyani: Arah Membaik, Perdagangan Nonmigas Positif

    "Belum meningkat setingkat yang kita harapkan, kami harapkan akan terus meningkat," ujar Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senin, 15 Oktober 2018. Walau demikian, tren ekspor impor pada bulan lalu, menurut dia, cukup positif dan perlu didorong untuk terus naik.

    Sektor yang ia harapkan bisa terus positif, antara lain adalah industri manufaktur dan minyak dan gas. "Dengan demikian kami berharap defisit transaksi berjalan bisa terjaga hingga akhir tahun."

    Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 sebesar US$ 230 juta. Jumlah tersebut naik jika dibandingkan Agustus 2018 yang defisit sekitar US$ 1,02 miliar.

    "Surplus dipicu oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$ 1,3 miliar, walaupun sektor migas defisit US$ 1,07 miliar," ujar Direktur Statistik Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti di kantor Badan Pusat Statistik.

    Yunita mengatakan total ekspor Indonesia pada September 2018 sebesar US$ 14,83 miliar atau menurun sebesar 6,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor tersebut terdiri dari sektor nonmigas sebesar US$ 13,62 miliar dan sektor migas sebesar US$ 1,2 miliar.

    Ekspor migas terdiri dari minyak mentah sebesar US$ 464,7 juta, hasil minyak US$ 105,5 juta dan gas sebesar US$ 637,7 juta.

    Sementara total impor Indonesia di September 2018 sebesar US$ 14,60 miliar atau menurun sebesar 13,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Impor tersebut disumbang dari sektor migas sebesar US$ 2,2 miliar dan sektor nonmigas sebesar US$ 12,3 miliar.

    Impor migas terdiri dari minyak mentah sebesar US$ 710 juta, hasil minyak sebesar US$ 1,3 miliar dan gas sebesar US$ 263 juta.

    Total ekspor pada Januari - September 2018 sebesar US$ 134,9 miliar. Total ekspor itu terdiri dari migas sebesar US$ 12,6 miliar dan non migas US$ 122,3 miliar. Sedangkan total total impor Januari - Agustus sebesar US$ 138,7 miliar. Total ekspor itu terdiri US$ 22,0 miliar dan non migas sebesar US$ 116,7 miliar.

    Simak berita tentang Sri Mulyani hanya di Tempo.co

    CAESAR AKBAR | HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.