Neraca Perdagangan Migas Defisit USD 9,3 M Hingga September 2018

Pengunjung melihat salah satu stan pameran pada Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 di Jakarta, 2 Mei 2018. Presiden juga siap menampung secara langsung masukan dari pelaku industri migas terkait hal tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat neraca perdagangan migas defisit US$ 1,07 miliar pada September 2018. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar US$ 1,06 miliar.

BACA: Dirjen Pajak: Penerimaan PPh Migas Melebihi Target APBN 2018

"Total neraca perdagangan migas dari Januari - September 2018 defisit US$ 9,3 miliar," kata Yunita di kantornya, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2017 yang defisit sebesar US$ 5,8 miliar. Sedangkan, defisit neraca perdagangan migas pada Januari - Desember 2017 sebesar US$ 8,5 miliar.

Yunita mengatakan ekspor sektor migas pada September 2018 sebesar US$ 1,2 miliar. Menurutnya penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil minyak sebesar 18,11 persen menjadi US$ 105,4 juta. Sedangkan ekspor minyak mentah 17,69 persen menjadi US$ 464,7 juta.

BACA: Ini Pesan ESDM Agar Investasi Migas di Luar Negeri Aman

"Demikian juga ekspor gas turun 13,97 persen menjadi US$ 637,8 juta," Yunita. Menurut Yunita dari Januari - September 2018 total ekspor migas sebesar US$ 12,6 miliar.

Lebih lanjut Yunita mengatakan impor migas September mencapai US$ 2,28 miliar atau turun 25,20 persen dibandingkan Agustus 2018. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan 17,75 persen dibandingkan September 2017.

Yunita mengatakan impor Kumulatif Januari - September 2018, yaitu US$ 138,7 miliar atau meningkat 23,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi pada impor migas US$ 4,7 juta atau 27,14 persen.

"Peningkatan impor migas disebabkan oleh naiknya impor seluruh komponen migas," kata Yunita. Ia mengatakan peningkatan impor pada minyak mentah naik US$ 2 juta atau 40,51 persen, hasil minyak US$ 2,3 juta atau 22,53 persen, dan gas US$ 341,0 juta atau 17,80 persen.






Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

14 jam lalu

Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

Proyeksi defisit APBN ini lebih rendah dari rancangannya yang sebesar 2,85 persen.


Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

15 jam lalu

Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

Sri Mulyani mengatakan Rancangan APBN 2023 akan dibawa ke pembicaraan tingkat II untuk disetujui dalam sidang paripurna.


Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

6 hari lalu

Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

BPS Kota Solo memulai pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), 15 Oktober hingga 14 November 2022.


DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

10 hari lalu

DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran DKI Jakarta pada Februari 2022 berjumlah 410.585 ribu jiwa.


Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

12 hari lalu

Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

BPS mengumumkan neraca perdagangan per Agustus 2022 surplus US$ 4,74 miliar. Apa saja pemicunya?


BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

12 hari lalu

BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

Badan Pusat Statistik mencatat sejumlah penurunan harga secara global untuk komoditas-komoditas unggulan Indonesia.


Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

12 hari lalu

Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

BPS mencatat Neraca Perdagangan Barang secara akumulatif dari Januari hingga Agustus 2022 tumbuh 68,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.


Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

12 hari lalu

Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

Impor Indonesia pada Agustus naik 3,77 persen ketimbang Juli.


Ekspor RI Naik 30,15 Persen Jadi USD 27,91 Miliar, Produk Apa Saja yang Jadi Unggulan?

12 hari lalu

Ekspor RI Naik 30,15 Persen Jadi USD 27,91 Miliar, Produk Apa Saja yang Jadi Unggulan?

BPS mencatat nilai ekspor Agustus 2022 mencapai US$ 27,91 miliar. Bila dibandingkan dengan yoy, nilai ekspor tersebut naik 30,15 persen.


Wali Kota Jakarta Pusat Dukung Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022

13 hari lalu

Wali Kota Jakarta Pusat Dukung Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022

Wali Kota Jakarta Pusat meminta para lurah dan camat mendukung pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.