Proyek Aerocity, AP II Siapkan 200 Hektare di Bandara Kualanamu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang berada di Stasiun Kereta Api Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut (27/3). Kereta api yang terdiri dari empat rangkaian kereta eksklusif berkapasitas 172 tempat duduk melayani perjalanan Medan-Kualanamu 36 jadwal perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 37 menit. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Sejumlah penumpang berada di Stasiun Kereta Api Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut (27/3). Kereta api yang terdiri dari empat rangkaian kereta eksklusif berkapasitas 172 tempat duduk melayani perjalanan Medan-Kualanamu 36 jadwal perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 37 menit. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan lahan di Bandara Kualanamu untuk pengembangan aerocity mencapai 200 hektare.

    Baca juga: Jalur Layang Kereta Bandara Kualanamu Aktif Mulai Desember

    Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan total aera lahan yang menjadi masterplan di Kualanamu sebanyak 1.400 hektare. Lahan yang sudah dibangun menjadi bandara berkode KNO hanya 800 hektare, sehingga masih menyisakan 600 hektare.

    "Kami menawarkan kepada pengelola bandara global untuk pengembangan aerocity. Sudah ada 200 hektare lahan yang statusnya sudah clean and clear," kata Awaluddin, Senin, 15 Oktober 2018.

    Dia menambahkan konsep aerocity tersebut bisa dimanfaatkan investor untuk membangun pusat perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO), kompleks pergudangan, bangunan komersial, maupun hotel. Investor juga disarankan untuk menggandeng partner lokal.

    Dia menyebutkan tujuan strategic partnership dengan investor asing untuk Bandara Kualanamu adalah untuk mencapai peningkatan pergerakan baik penumpang maupun pesawat (expansion the traffic), pertukaran pengalaman (expertise sharing), dan equity partnership.

    Selama ini, lanjutnya, pertumbuhan penumpang di KNO hanya antara 7-10 persen per tahun yang merupakan besaran pertumbuhan secara alamiah. Selain itu, komposisi penumpang masih didominasi oleh rute domestik hingga 90 persen padahal letak Kualanamu sangat strategis dan berdekatan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.

    Dia ingin mengakselerasi pertumbuhan jumlah penumpang per tahun dan menambah komposisi rute penerbangan internasional menjadi 45 persen. Potensi rute penerbangan dari Bandara Kualanamu bisa mencapai kawasan Timur Tengah, Asia Timur, atau Asia Selatan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.