Indef Prediksi Neraca Perdagangan September Defisit USD 1,5 M

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada September 2017 turun dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi neraca perdagangan pada September 2018 masih defisit sebesar US$ 1-1,5 miliar. Bhima memproyeksikan total defisit perdagangan 2018 sebesar US$ 9,5 miliar.

Baca: IMF Ingatkan Pemerintah soal Tekanan Defisit Transaksi Berjalan

Hal ini, menurut Bhuma, karena kinerja ekspor tumbuh tapi melambat karena imbas proteksi dagang terutama dari India yang menaikkan bea masuk produk CPO asal Indonesia. "Pemulihan permintaan barang mentah untuk industri di negara seperti Cina dan Eropa masih dirasa lambat seiring data produksi manufaktur di negara tersebut rendah," ujar Bhima saat dihubungi, Senin, 15 Oktober 2018.

Menurut Bhima dari sisi impor, defisit perdagangan disebabkan oleh naiknya nilai impor BBM berkaitan dengan pelemahan kurs rupiah. Selain itu ada faktor kenaikan harga minyak acuan brent pada September 2018 sebesar 9 persen.

Bhima melihat impor barang non migas khususnya kategori barang konsumsi masih tumbuh. Hal itu, merupakan dampak penerapan pajak penghasilan, tapi masih membutuhkan waktu dari sisi importir untuk melakukan penyesuaian.

"Di sisi yang lain bahan baku dan barang modal untuk keperluan infrastruktur masih mendorong terjadinya impor. Sebagai catatan lima barang impor tertinggi didominasi untuk kebutuhan infrastruktur yakni mesin, peralatan listrik dan besi baja," kata Bhima

Menurut Bhima jika tanpa adanya rem proyek infrastruktur yang tengah berjalan, imbas ke defisit non migas nya terus terjadi. Tren defisit, kata Bhima akan terjadi konsisten hingga akhir 2018 seiring naiknya permintaan domestik terhadap barang-barang impor jelang Natal dan Tahun Baru.

Baca: Sri Mulyani: Selama Defisit Membesar, Saya akan Terus Ngomel

Hari ini Badan Pusat Statistik atau BPS akan mengumumkan Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia September 2018 dan Perkembangan Upah Pekerja/Buruh September 2018 pada pukul 11.00. Rilis soal neraca perdagangan ini menjadi penting karena di antaranya menjadi acuan pergerakan kurs rupiah dan IHSG di pasar spot.






Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

22 jam lalu

Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo meminta pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat dan menaikkan nilai tambah atau hilirisasi produk ekspor


Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

1 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

Anies Baswedan mengharapkan kerja sama aktif Bank DKI dan Bank Maluku/ Maluku Utara dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua daerah.


Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

1 hari lalu

Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

Proyeksi defisit APBN ini lebih rendah dari rancangannya yang sebesar 2,85 persen.


Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

1 hari lalu

Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

Sri Mulyani mengatakan Rancangan APBN 2023 akan dibawa ke pembicaraan tingkat II untuk disetujui dalam sidang paripurna.


Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

1 hari lalu

Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

"Di sini (Buton) produksi malah tidak dijalankan, impor (aspal) terus," kata Jokowi dalam tayangan yang disiarkan Sekretariat Presiden.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

Indef memperkirakan jika ancaman resesi global tahun 2023 sektor industri yang akan luar biasa tertekan adalah yang bahan bakunya dari luar negeri.


Ancaman Resesi 2023, Indef Soroti Kebijakan Subdisi BBM

1 hari lalu

Ancaman Resesi 2023, Indef Soroti Kebijakan Subdisi BBM

Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia berpotensi menimbulkan resesi global.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef: Sektor Keuangan Terpuruk Pertama

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef: Sektor Keuangan Terpuruk Pertama

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid menjelaskan ancaman resesi global tahun depan akan berdampak terhadap sektor keuangan.


1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

2 hari lalu

1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

Ombudsman akan menerjunkan tim untuk sidak.


Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

2 hari lalu

Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

Tim Ayres, Asisten Menteri Manufaktur dan Perdagangan Australia, menjadi delegasi yang hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata G20.