Segera Didirikan, Apa Saja Materi Pelatihan di Jack Ma Institute?

Executive Chairman Alibaba Jack Ma berdialog dengan Presiden IMF Jim Yong Kim pada Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018, 12 Oktober 2018, Bali, Indonesia.

TEMPO.CO, Jakarta - Alibaba Group berencana membangun Jack Ma Institute of Entrepreneurs di Indonesia. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap sekolah itu bisa bisa berkontribusi untuk pertumbuhan wirausaha dan sumber daya manusia terampil sesuai kebutuhan di era ekonomi digital.

BACA: Jack Ma Mau Buka Institut untuk Latih Pengusaha Digital Indonesia

Mengenai materi yang akan diberikan dalam pelatihan di Jack Ma Institute of Entrepreneurs, kata Airlangga, masih digodok bersama dan nanti difinalkan oleh Jack Ma. “Tentunya mereka sudah punya model sendiri dan diharapkan menjadi prototype untuk menciptakan SDM kita lebih berkualitas,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 14 Oktober 2018.

Airlangga menyebut beberapa materi yang menjadi fokus perhatian di antaranya terkait tentang pengelolaan komputasi awan (cloud computing), teknologi keuangan termasuk blockchain, dan infrastruktur internet.

“Sedangkan, pemerintah akan menyiapkan regulasinya, seperti mengenai fintech. Tetapi untuk yang lain, Jack Ma hadir sebagai advisor pemerintah,” ujar Airlangga.

BACA: Jack Ma Akan Bantu Jokowi Ciptakan Ekosistem Bisnis Serba Digital

Menurut Airlangga, langkah kolaborasi dalam membangun kualitas SDM dan penerapan teknologi digital itu sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. “Di dalam roadmap, kita akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1-2 persen serta potensi penambahan sebesar US$ 200 miliar di tahun 2030."

Sementara itu, Jack Ma menjelaskan, pihaknya menargetkan setiap tahun dapat mencetak seribu pemimpin teknologi di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. “Kami akan memberi banyak kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk belajar, misalnya melalui pelatihan bagi 300 pengembang dan insinyur tentang pengelolaan komputasi awan,” ujar Jack Ma.

Jack Ma menambahkan menilai, penting bagi Indonesia untuk berinvestasi dalam meningkatkan kompetensi SDM. Ia pun menekankan pentingnya mengasah keberanian anak muda untuk terus berinovasi. Lebih lanjut, Alibaba menyatakan kesiapannya membantu pertumbuhan bisnis untuk sektor industri kecil dan menengah di Indonesia.

Caranya, kata Jack Ma, dengan menciptakan ekosistem bisnis yang serba digital. “Kami akan membuat Indonesia menjadi masyarakat non-tunai. Dengan demikian, pemerintah bisa lebih efisien dan usaha kecil dan menengah bisa meraup lebih banyak uang,” kata Jack Ma.






Cara Impor Barang Dari China untuk Pemula

15 hari lalu

Cara Impor Barang Dari China untuk Pemula

Ada beragam cara membeli barang dari Cina. Patut diketahui jika ingin membeli dalam jumlah grosir.


Emiten Cina Delisting dari Bursa Amerika, Saham Alibaba Merosot

49 hari lalu

Emiten Cina Delisting dari Bursa Amerika, Saham Alibaba Merosot

Sejumlah emiten Cina mengalami pelemahan saham pada Jumat, 12 Agustus 2022, di Bursa Amerika Serikat.


Terpopuler Bisnis: Penerbangan Lion Air di Bandara Soetta Pindah, Alibaba Beli Saham Smartfren Rp 1,5 T

29 Juli 2022

Terpopuler Bisnis: Penerbangan Lion Air di Bandara Soetta Pindah, Alibaba Beli Saham Smartfren Rp 1,5 T

Berita terkini bisnis pada Kamis, 28 Juli 2022, dimulai dari perpindahan penerbangan domestik Lion Air dan Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta.


Alibaba Resmi Investasi Rp 1,5 Triliun di Smartfren, Simak Penjelasan Resminya ke BEI

28 Juli 2022

Alibaba Resmi Investasi Rp 1,5 Triliun di Smartfren, Simak Penjelasan Resminya ke BEI

PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) resmi melepas 6 persen atau 19,6 miliar kepemilikan saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) ke Grup Alibaba.


China Beri Lampu Hijau Ant Group Milik Jack Ma Masuk Bursa

10 Juni 2022

China Beri Lampu Hijau Ant Group Milik Jack Ma Masuk Bursa

China memberi lampu hijau pada perusahaan Jack Ma, Ant Group, untuk menghidupkan kembali penawaran umum perdana (IPO) setelah melarangnya 2 tahun lalu


Grup Alibaba Tunjuk James Dong sebagai CEO Baru Lazada Asia Tenggara

5 Juni 2022

Grup Alibaba Tunjuk James Dong sebagai CEO Baru Lazada Asia Tenggara

Grup Alibaba menunjuk James Dong sebagai CEO Lazada Asia Tenggara menggantikan Chun Li. Apa alasannya dan bagaimana track record Dong sebelumnya?


Mundur dari Proyek IKN, Berikut Deretan Investasi Softbank di Indonesia

14 Maret 2022

Mundur dari Proyek IKN, Berikut Deretan Investasi Softbank di Indonesia

Meski batal berinvestasi di IKN, SoftBank tetap berkomitmen untuk berinvestasi di sektor lain di Indonesia melalui SoftBank Vision Fund.


Kaleidoskop 2021: Kerusuhan di Capitol Hill, Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS

24 Desember 2021

Kaleidoskop 2021: Kerusuhan di Capitol Hill, Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS

Kaleidoskop 2021 internasional adalah kerusuhan di Capitol HIll, Joe Biden dilantik jadi Presiden AS, Corona di China memburuk, Jack Ma muncul lagi.


Pegawai Alibaba Dipecat Setelah Laporkan Kekerasan Seksual

13 Desember 2021

Pegawai Alibaba Dipecat Setelah Laporkan Kekerasan Seksual

Seorang pegawai perempuan di Alibaba dipecat setelah dia mengaku melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya oleh mantan rekan kerjanya.


Cina Denda Alibaba, Baidu, JD karena Tidak Realisasikan Kesepakatan Lama

20 November 2021

Cina Denda Alibaba, Baidu, JD karena Tidak Realisasikan Kesepakatan Lama

Regulator pasar Cina mendenda perusahaan raksasa termasuk Alibaba, Baidu dan JD.com karena gagal merealisasikan 43 kesepakatan lama.