Ekonom: Rupiah Diprediksi Bergerak Fluktuatif Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance atau Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi kurs rupiah masih bergerak fluktuatif pada 15-19 Oktober 2018. Menurut Bhima, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.150-15.250 per dolar Amerika Serikat.

    BACA: Hingga Akhir Oktober, Rupiah Diprediksi Bisa Menyentuh Rp 15.400

    "Sentimen positif datang dari penurunan harga minyak mentah (acuan Brent) yang sempat menyentuh level US$ 85 per barel, kini berangsur turun US$ ke 80,4 per barel," kata Bhima saat dihubungi, Minggu, 14 Oktober 2018.

    Bhima mengatakan penurunan harga minyak disebabkan oleh revisi data permintaan energi di Cina akibat efek perang dagang, kemudian supply pasokan di AS masih cukup terjaga di tengah sanksi yang diterima Iran dan gangguan badai. "Spekulasi di pasar komoditas sedikit mereda," ujar Bhima.

    Bhima menilai harga minyak penting sebagai barometer bagi Indonesia karena Indonesia adalah negara net importer minyak, sehingga penurunan harga minyak merupakan angin segar bagi defisit migas dan cashflow Pertamina.

    "Penurunan harga minyak juga menjadi pertimbangan terhadap rencana Pertamina menunda kenaikan harga Premium. Artinya lonjakan inflasi masih bisa dikendalikan," ujar Bhima.

    BACA: Kurs Rupiah Menguat di Jisdor Jadi Rp 15.194 per Dolar AS

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.194 pada 12 Oktober 2018. Angka tersebut menunjukkan penguatan 59 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.253 pada 11 Oktober 2018.

    Sedangkan pada 12 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.270 dan kurs beli Rp 15.118.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.