Ramai Tagar Uninstall Gojek, Ini Penjelasan Manajemen

Chief of Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Nila Marita memberi apresiasi Layanan Gratis Satu Tahun kepada atlet Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 di GO-Cafe, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. Layanan ini meliputi saldo GO-PAY, voucher GO-LIFE, serta point loyalty GO-POINTS. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta- Twitter diramaikan dengan tagar uninstall Gojek. Topik tersebut mencuat, lantaran unggahan di Facebook pribadi Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Operasi Go-Jek, Brata Santoso. Dalam status Facebook-nya, Brata menyebutkan bahwa Go-Jek menerima keberagaman pilihan karyawannya, dia menyebutkan sekitar 30 karyawan Go-Jek merupakan Lesbian, Gays, Biseks, dan Transgender atau LGBT, pada 11 Oktober 2018.

BACA: Sukses Edisi Milyarder, Gojek Tambahkan Fitur Go - Points

Unggahan tersebut menjadi buah bibir di media sosial. Seperti akun @Zinyasin mengajak untuk menghilangkan aplikasi Go-Jek, "Pagi ini saya resmi #UninstallGojek krn mendukung perbuatan LAKNAT ayo rame2 #UninstallGojek.

Kemudian aku @almaalma3011 menuliskan, "#UninstallGojek fyi kalo masih pda bilang "binatang aja gak suka sama sesama jenis (gender)" well... berdasarkan riset di tahun 2009, ditemukan bahwa ketertarikan sesama jenis terjadi pada semua hewan."

Selain itu, pendapat yang berbeda dikemukakan oleh aku @arianaldelrey, "#UninstallGojek go uninstall twitter, google, juga dihilangkan dari iphone kalian, perusahaan itu juga mendukung LGBT."

BACA: Pemerintah Bikin Transportasi Online, Kemenhub: Hanya untuk Roda Empat

Dengan ramainya tagar tersebut, pihak Go-Jek Indonesia memberikan klarifikasi lewat akun resmi Twitter @gojekindonesia. Dalam cuitannya, Go-Jek menjunjung tinggi keberagaman yang menciptakan persatuan dan keharmonisan, sejalan dengan nilai-nilai dan budaya Indonesia, yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Go-Jek dalam pernyataannya menghargai keberagaman. "Kami percaya bahwa ide dan kreativitas, yang menjadi kunci untuk melahirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat, merupakan buah hasil kerja sama berbagai latar belakang pendidikan, budaya, dan keyakinan," katanya.

Terkait status yang diunggah oleh Brata Santoso, Gojek mengklarifikasi bahwa unggahan tersebut bukankah pernyataan dari Go-Jek Indonesia. Unggahan Brata merupakan intepretasi pribadinya terhadap salah satu acara internal dengan tema keberaganan.






Twitter Blue Dapat Fitur Tweet yang Dapat Diedit di Tiga Negara

7 jam lalu

Twitter Blue Dapat Fitur Tweet yang Dapat Diedit di Tiga Negara

Twitter meluncurkan fitur untuk mengedit tweet ke pelanggan Twitter Blue di Kanada, Australia, dan Selandia Baru.


Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni: Menentang Aborsi, Tak Setuju Eutanasia, Anti-LGBT

8 jam lalu

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni: Menentang Aborsi, Tak Setuju Eutanasia, Anti-LGBT

Perjalanan Giorgia Meloni perempuan pertama sebagai Perdana Menteri Italia. Ia menentang aborsi, tak menyetujui eutanasia, dan anti-LGBT.


Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

6 hari lalu

Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

Fitur ini berfungsi untuk siapa saja di WhatsApp, bahkan jika mereka tidak ada dalam daftar kontak.


Pengguna iPhone Terus Keluhkan Baterai Boros Sejak Pakai iOS 16

8 hari lalu

Pengguna iPhone Terus Keluhkan Baterai Boros Sejak Pakai iOS 16

Masalah baterai melemah setelah pembaruan perangkat lunak biasanya hanya sementara. Pada iOS 16 sudah bertahan 2 minggu.


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

9 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


Arti Kata Gamon yang Sering Dipakai di TikTok dan Twitter

11 hari lalu

Arti Kata Gamon yang Sering Dipakai di TikTok dan Twitter

Gamon ialah gagal move on alias kegagalan seseorang dalam berpaling dan tidak bisa melupakan masa lalu


Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

12 hari lalu

Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

Para pengemudi ojol mengeluhkan kenaikan tarif sejak pekan lalu yang tak dirasakan. Sedangkan potongan komisi atau biaya aplikasi malah kian besar.


Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

13 hari lalu

Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

Keengganan perusahaan aplikator ojol untuk menurunkan biaya komisi dinilai menunjukan sikap yang arogan terhadap aturan pemerintah.


Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

13 hari lalu

Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

Lily Pujiati mengatakan hingga saat ini aplikator ojek online atau ojol masih memberlakukan potongan atau biaya komisi sebanyak 20 sampai 30 persen.


Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

14 hari lalu

Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

Klaim aplikator ojol soal biaya potongan komisi digunakan untuk memberikan program yang berdampak langsung pada pengemudi sontak menuai respons keras.