Pertemuan IMF - World Bank, BI Gandeng IDB Kembangkan Wakaf

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pidato pembuka saat Indonesia Investment Forum 2018 di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Nusa Dua - Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia atau BI menjalin kerjasama untuk mengembangkan prinsip-prinsip dalam ekonomi syariah khususnya wakaf bersama dengan Islamic Development Bank (IDB). Hal ini diungkapkan di pertemuan tahunan IMF - World Bank.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan kerjasama ini merupakan lanjutan dari kerjasama sebelumnya yang juga menerbitkan prinsip-prinsip dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya mengenai zakat.

"Hari ini, kami juga senang untuk menginformasikan bahwa pengembangan Prinsip Inti Waqaf telah diselesaikan, mengikuti keberhasilan Prinsip Inti Zakat yang telah disusun sebelumnya," kata Perry dalam sambutanya di acara Mainstreaming Islamic Finance into Global Initiatives salah satu acara pada Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Medan Room, Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Ahad, 14 Oktober 2018.

Sebelumnya Bank Indonesia bersama-sama dengan IDB dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga telah bekerja untuk berinisiatif menyusun Prinsip Inti Zakat sejak tahun 2014. Prinsip-prinsip itu kemudian diluncurkan dalam World Humanitarian Summit pada bulan Mei 2016. Prinsip Inti berfungsi sebagai referensi utama untuk elaborasi lebih lanjut peraturan Zakat di lebih dari 14 negara.

Adapun ada enam prinsip-prinsip untuk wakaf yang diluncurkan tersebut. Keenam prinsip atau enam bidang dasar yang akan dikembangkan yang mencakup pengaturan hukum, tata kelola yang baik, manajemen risiko, pengawasan, dan integritas keuangan.

Perry juga menjelaskan saat ini untuk menciptakan kesejahteraan dan mememerangi kemiskinan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi tidak bisa lagi hanya mengandalkan instrumen ekonomi konvensional. Kondisi itu, kata Perry, membuat banyak negara membutuhkan instrumen lain dalam mengembangkan ekonominya. "Salah satu solusi yang tersedia adalah dengan memanfaat ekonomi dan intrumen pembiayaan syariah," kata Perry

Perry menjelaskan pemanfaatan ekonomi dan instrumen syariah bisa membantu pertumbuhan inklusifitas ekonomi. Apalagi prinsip keuangan Islam sangat cocok dalam aktivitas Sustainable Developments Goals dan inklusi keuangan, serta pengembangan usaha kecil dan menengah.

Menteri Keuangnan, Sri Mulyani menceritakan bahwa di Indonesia, instrumen keuangan syariah telah menjadi bagian penting bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi domestik. Ia mencontohkan surat berharga syariah negara retail atau sukuk misalnya, saat ini menjadi instrumen terpenting pemerintah. Salah satunya untuk pengembangan keuangan syariah.

Karena itu, Sri Mulyani menilai, integrasi antara instrumen sukuk dan wakaf adalah inovasi yang menarik dalam keuangan syariah. Sukuk berpotensi sebagai instrumen untuk memobilisasi dana, sementara wakaf memiliki kapasitas untuk mendapatkan income dan aktifitas keuangan yang produktif.

“Karena itu, kolaborasi antara sukuk dan wakaf dapat menjadi inovasi dalam menyediakan pembiayaan berbiaya rendah untuk menjalankan keberlanjutan ekonomi," kata Sri Mulyani yang baru saja dinobatkan sebagai “Finance Minister of The Year” dari majalah Global Markets.

Baca berita lainnya tentang pertemuan IMF - World Bank di Tempo.co.






Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

18 jam lalu

Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

Bank Indonesia (BI) angkat bicara menanggapi jebloknya nilai tukar rupiah belakangan telah tembus ke 15.266 per dolar AS.


Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

19 jam lalu

Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

Utang pemerintah hingga posisi akhir Agustus 2022 telah sebesar Rp 7.236,61 triliun. Angka itu naik sekitar 1,01 persen atau Rp 73,49 triliun dari posisi Juli 2022 sebesar Rp 7.163,12 triliun.


Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

2 hari lalu

Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

Sepuluh mitra bank resmi menjadi peserta BI Fast tahap IV melalui Multi-tenancy Infrastruktur Sharing PT Rintis Sejahtera.


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

4 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Erick Thohir Ingin Para Profesional dan Praktisi Level Global Kelola Pasar Ekonomi Syariah RI

5 hari lalu

Erick Thohir Ingin Para Profesional dan Praktisi Level Global Kelola Pasar Ekonomi Syariah RI

Erick Thohir mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat Indonesia masih memiliki peluang memajukan ekonomi syariah


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

5 hari lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

6 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

6 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

6 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

6 hari lalu

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.