Selasa, 23 Oktober 2018

Jack Ma Beri Beasiswa 1.000 Bos Startup ke Cina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Alibaba Institute, Jack Ma, bakal memberikan akses pendidikan kepada 1.000 direktur perusahaan rintisan atau startup sebagai kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi.

    Baca: Kekayaan Rp 594 Triliun Jadikan Jack Ma Terkaya di Cina

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Jack Ma telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha digital di Tanah Air. Caranya, bukan dengan mendirikan kampus di Indonesia. Melainkan, dengan menyekolahkan 1.000 direktur perusahaan rintisan atau perusahaan start up.

    Adapun, perusahaan rintisan yang mendapat kesempatan ini merupakan perusahaan yang sudah mendapatkan pendanaan Seri A atau Seri B. Selain itu, Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia yang akan menyeleksi direktur dari perusahan rintisan mana yang berhak mendapat kesempatan belajar di Hangcow, China.

    Program yang dimulai pada 2019 itu akan melengkapi program dari pemerintah dan ekosistem untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Seperti diketahui, pemerintah menggandeng perusahaan seperti Microsoft dan Cisco untuk mencetak 20.000 teknisi pada 2019.

    "Mereka punya program 1.000 dari Alibaba Institut. Start up barangkali yang sudah Seri A atau Seri B bukan yang baru dapat seed funding," ujarnya dalam jumpa pers di Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Selain itu, inisiasi untuk membantu meningkatkan ekspor juga akan dilaksanakan bulan depan yakni memasarkan produk dalam negeri ke pasar China. Oleh karena itu, pihaknya melibatkan berbagai pihak seperti Badan Ekonomi Kreatif untuk membantu desain kemasan sehingga memberi nilai tambah terhadap produk yang ditawarkan.

    Pada platform Taibao, dia menyebut akan ada hari belanja online yang memungkinkan produk Tanah Air bisa diakses para konsumen di China. "Ekspor itu yang kelihatan dan ada momentum single day. Kami kan defisit lebih banyak impor barang China daripada ekspor," katanya.

    Jack Ma tidak mengatakan kapan Jack Ma Institute of Entrepreneurs akan diluncurkan di Indonesia, tetapi mengatakan tujuannya adalah untuk melatih 1.000 pengusaha digital setiap tahun selama 10 tahun ke depan. "Kami memberi banyak kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk belajar," kata Jack Ma di sela-sela pertemuan IMF dan World Bank di Nusa Dua, Bali.

    BISNIS | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.