Sri Mulyani Raih Gelar Lagi, The Finance Minister of The Year

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan saat menghadiri Remark Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) - LPEI Cocktail pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di The Laguna Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai The Finance Minister of the Year untuk Asia Timur dan Pasifik Tahun 2018 versi Majalah Global Markets. "Penghargaan ini diraih karena beliau mampu berkinerja baik merancang berbagai kebijakan ekonomi yang dapat menjaga momen pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global," tulis akun resmi Kementerian Keuangan, @kemenkeuri, Sabtu, 13 Oktober 2018.

BACA: Sri Mulyani: Ekonomi Bali Naik, Bakal Lampaui Biaya IMF - WB

Atas penghargaan tersebut, Sri Mulyani ingin kementeriannya mempelajari standar yang diterapkan oleh sang pemberi gelar. Bekas Direktur Bank Dunia itu mengatakan apabila kriteria yang menjadi penilaian adalah soal efektifitas dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, maka kriteria itu cukup baik.

"Artinya itu menunjukkan apa yang selama ini sudah dikerjakan oleh Kementerian Keuangan," ujar Sri Mulyani.

Kendati mendapat pujian atas kinerjanya, ia tidak bakal tutup mata atas kritik yang masuk. Kritik terhadap kinerja Kementerian Keuangan, menurut dia akan menjadi pemicu untuk terus memperbaiki dan memajukan ekonomi Indonesia.

Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962. Namanya melambung setelah menduduki beberapa jabatan strategis baik di dalam maupun luar negeri. Ia tercatat sebagai wanita dan orang Indonesia pertama yang pernah mengemban jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan itu didudukinya pada periode 1 Juni 2010 - 27 Juli 2016.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini juga dua kali menjabat Menteri Keuangan RI. Periode pertama ia alami pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu pada 7 Desember 2005 - 20 Mei 2010. Selanjutnya ia kembali menempati kursi Menkeu pada era Presiden Joko Widodo. Ia mulai menjabat pada 27 Juli 2016 menggantikan Bambang Brodjonegoro yang kini menempati posisi Kepala Badan Prencanaan Pembangunan Nasional.

Pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani juga pernah menjadi Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selama sekitar satu tahun, yaitu pada 13 Juni 2008 - 20 Oktober 2009, sebelum digantikan oleh Hatta Rajasa. Ia juga pernah didapuk menjadi Kepala Bappenas selama satu tahun, yaitu pada 21 Oktober 2004 - 7 Desember 2005. 

Beberapa waktu lalu, Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai tokoh perempuan Indonesia termasyhur (top person) dan tervokal (top influencer) di media massa dalam satu tahun terakhir. Hal tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan Indonesia Indicator mulai 1 April 2017 hingga 1 April 2018.

Selain itu, lantaran prestasinya, Sri Mulyani pernah diganjar sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007, serta wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008.






Rapat Paripurna APBN 2023 Usai, Sri Mulyani: Salam Restorasi, Demokrat Bersama Rakyat

7 jam lalu

Rapat Paripurna APBN 2023 Usai, Sri Mulyani: Salam Restorasi, Demokrat Bersama Rakyat

Sri Mulyani Indrawati membuat ruang sidang rapat paripurna DPR RI, hari ini, Kamis, 29 September 2022 riuh.


Akumulasi Defisit Fiskal Selama Covid-19 Rendah, Sri Mulyani: Jauh di Bawah Negara Lain

9 jam lalu

Akumulasi Defisit Fiskal Selama Covid-19 Rendah, Sri Mulyani: Jauh di Bawah Negara Lain

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, akumulasi defisit fiskal Indonesia selama masa Covid-19 sangat rendah dibanding negara-negara lain.


Krisis Inggris, Sri Mulyani Yakin Dampaknya Tak Signifikan ke RI karena ..

12 jam lalu

Krisis Inggris, Sri Mulyani Yakin Dampaknya Tak Signifikan ke RI karena ..

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi dampak krisis Inggris.


Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

13 jam lalu

Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah masih memiliki daya belanja yang besar hingga kuartal IV - 2022. Ini untuk menopang ekonomi hingga akhir tahun supaya bisa tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2022.


Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

14 jam lalu

Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

Di negara lain, ucap Sri Mulyani, tidak semua warga bisa menikmati kehidupan yang biasa layaknya orang Indonesia.


Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

14 jam lalu

Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

Berita terkini bisnis pada siang hari ini dimulai dari permintaan Presiden Jokowi ke Sri Mulyani agar berhati-hati dalam mengelola APBN.


Kala Jokowi Minta Sri Mulyani Hati-hati Kelola APBN: Dieman-eman

15 jam lalu

Kala Jokowi Minta Sri Mulyani Hati-hati Kelola APBN: Dieman-eman

Jokowi berpesan agar bendahara negara mengatur belanja untuk kepentingan-kepentingan yang produktif.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

15 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Pesan Jokowi ke Sri Mulyani Soal APBN: Dieman-eman, Dijaga, Hati-Hati

15 jam lalu

Pesan Jokowi ke Sri Mulyani Soal APBN: Dieman-eman, Dijaga, Hati-Hati

Presiden Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk hati - hati dalam mengeluarkan APBN. Pengeluarannya harus memunculkan return yang jelas.


UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

16 jam lalu

UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,1 hingga 5,4 persen pada 2022.