Kamis, 15 November 2018

Rudiantara Prediksi Startup di 3 Sektor Ini Akan Jadi Unicorn

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan sambutannya saat meresmikan pembukaan Diskusi Panel Indonesia Eximbank yang menjadi bagian dari Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan sambutannya saat meresmikan pembukaan Diskusi Panel Indonesia Eximbank yang menjadi bagian dari Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    TEMPO.COKUTA - Unicorn atau perusahaan rintisan digital startup dengan nilai US$1 miliar baru disebut bakal lahir dari tiga sektor yakni pendidikan, kesehatan, dan finansial.  

    Baca juga: Founder GEN Paparkan Fungsi Strategis Startup

     Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan terdapat tiga sektor yang akan menjadi asal unicorn gelombang kedua. Saat ini, Indonesia sudah memiliki beberapa unicorn yakni Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka yang mampu mengembangkan bisnisnya dan menggarap pasar yang lebih besar.

    Di bidang pendidikan, ada peluang lebih besar untuk memanfaatkan belanja pemerintah yang mencapai 20% dari total belanja negara tiap tahunnya. Oleh karena itu, jika bisa mendapatkan 10% saja dari anggaran total pendidikan, maka akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan rintisan di sektor ini.

    Belanja pemerintah di sektor pendidikan rata-rata mencapai Rp400 triliun dalam setahun. 

    "Selalu orang bertanya ke saya siapa unicorn berikutnya. Clue-nya, pertama, pendidikan. Mengapa pendidikan?  APBN kita 20% harus digelontorkan ke pendidikan. Tahun ini saja Rp400 triliun," ujarnya saat menghadiri acara Next Indonesia Unicorn di Bali, Sabtu 13 Oktober 2018.

    Lalu, di bidang kesehatan. Alasannya, pemerintah juga membelanjakan 5% dari total anggaran setiap tahunnya pada sektor ini. 

    Terakhir, di bidang finansial karena teknologi finansial (tekfin) kini tengah menanjak. Rudiantara menyebut investor tertarik pada bidang-bidang yang menunjukkan pertumbuhan tinggi dalam tempo singkat.

    "Tekfin itu traksinya tinggi. Investor suka yang traksinya tinggi, itu yang tiba-tiba tinggi naiknya," terangnya.

    Oleh karena itu, pada kesempatan ini pihaknya mendorong agar startup yang ada bisa naik kelas melalui fasilitas pendanaan dari para investor.

    Dalam acara ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga mengundang pemodal ventura dari 13 negara yang siap menyuntikkan dana kepada startup yang menawarkan peluang besar untuk bertumbuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.