Negara-Negara G20 Ingin Redakan Tensi Perang Dagang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    Peserta mengikuti sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Pertemuan keempat para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara yang tergabung di dalam forum G20 menyepakati untuk meredakan tensi perang dagang. Menteri Keuangan dan Perbendaharaan Negara Argentina, Nicolás Dujovne mengatakan meski anggota G20 menghormati kebijakan terkait dengan tensi dagang pada masing-masing negara, namun forum sepakat untuk meredakan tensi tersebut.

    Baca:

     

    "Meski menghormati tensi perdagangan itu, kami sepakat bahwa perdagangan internasional adalah mesin bagi pertumbuhan ekonomi, karena itu kami membutuhkan pemecahan masalah tensi tersebut karena bisa berdampak negatif terhadap sentimen pasar dan meningkatkan volatilitas finansial," kata Dujovne ketika mengelar konferensi pers di Medan Room, Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Selain menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari anggota G20 hadir pula dalam pertemuan ini adalah Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF; Jim Yong Kim, Presiden Bank Dunia; Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa; Steven Mnuchin, Menteri Keuangan Amerika Serikat; Philip Hammond, Kanselir Keuangan Britania Raya; dan Taro Aso, Menteri Keuangan Jepang. Kesimpulan dari pertemuan ini adalah langkah lain menuju penyelenggaraan acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G20 yang akan diadakan pada 30 November dan 1 Desember di Buenos Aires.

    Dujovne menjelaskan, dalam kesepakatan tersebut diambil setelah negara-negara anggota G20 membahas mengenai pandangan masing-masing terhadap kondisi ekonomi global. Saat ini, kondisi ekonomi global masih melanjutkan kondisi yang positif, sementara proyeksi pertumbuhan ekonominya cenderung stagnan.

    Meski kondisi ekonomi global masih terlihat positif, ekspansi ekonomi tercatat tidak merata. Adapun beberapa risiko yang membuat pertumbuhan melambat seperti yang telah banyak dikemukakan banyak pihak sudah mulai mewujud. "Karena itu kerjasama antara negara-negara anggota adalah kunci untuk mempertahankan stabilitas keuangan global," kata dia.

    Selain itu, Dujovne juga mengatakan bahwa dalam pertemuan G20 tersebut dibahas pula mengenai infrastruktur untuk pembangunan untuk mendorong kemakmuran ekonomi, pembangunan berkelanjutan dan juga pertumbuhan yang inklusif. Tak hanya itu, lanjut dia, dalam pertemuan itu negara-negara anggota G20 akan membahas solusi bagaimana cara mempercepat investasi swasta di sektor infrastruktur sekaligus dengan menempatkanya pada kondisi yang sesuai.

    Simak berita tentang Perang Dagang hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.