Tunda Bayar Polis, Ini Penjelasan Detail Asuransi Jiwasraya

Ilustrasi asuransi. cbg.gm

TEMPO.CO, Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menunda pembayaran salah satu produk asuransi yang dipasarkan melalui bank atau bancassurance senilai total Rp802 miliar. Nilai yang harus dibayarkan ini berasal dari 711 polis yang tersebar di 7 mitra bancassurance.

Baca: Jiwasraya Targetkan Pertumbuhan Premi Capai Rp 1 Triliun

Direktur Kepatuhan Jiwasraya Muhamad Zamkhani menyebutkan, kondisi perusahaan saat ini sedang mengalami tekanan likuiditas. Namun, apa yang menyebabkan likuiditas perusahaan asuransi milik pemerintah beraset lebih dari Rp45 triliun ini tertekan sehingga tidak mampu membayar polis yang jatuh tempo?  

 

Zamkhani menjelaskan, perusahaan sedang mengalami tekanan likuiditas karena kondisi pasar sedang turun. Kondisi pasar yang tengah turun menjadi kendala bagi perusahaan untuk mencairkan aset yang ada di pasar modal. 

“Yang jelas sekarang kondisi pasar lagi turun semua, sehingga kami punya kendala untuk mencairkan aset kami di pasar. Perlu waktu lah paling tidak, karena kami tidak boleh jual rugi,” katanya seperti dilansir Bisnis.com, Jumat 12 Oktober 2018.

Jika mengacu pada laporan keuangan audited, sampai dengan akhir 2017 perseroan masih membukukan kenaikan hasil investasi yakni dari Rp3,18 triliun pada 2016 menjadi Rp3,39 triliun pada 2017.

Jika mengacu hasil wawancara bisnis.com dengan manajemen Jiwasraya pada awal tahun ini, portofolio investasi perseroan sebagian besar ditempatkan pada instrumen reksa dana, saham, dan obligasi.

Direktur Utama Jiwasraya yang dijabat Hendrisman Rahim ketika itu menyampaikan, penempatan investasi hampir 43% pada instrumen reksa dana. Porsi reksa dana juga diperkirakan masih akan sama pada tahun ini. Di sisi lain, perseroan juga mengejar kewajiban untuk memenuhi ketentuan batas minimum investasi pada instrumen surat berharga negara (SBN) sebesar 30%.

Namun demikian, terjadi kenaikan jumlah beban dari Rp19,33 triliun menjadi Rp24,72 triliun. Jumlah beban ini terdiri dari beban klaim dan manfaat, beban akuisisi, beban asuransi, dan beban usaha. Di saat yang sama juga terjadi penurunan nilai aset dari Rp33,71 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp31,90 triliun pada akhir 2017.

Hasil akhirnya, laba perseroan terjerembab cukup dalam. Pada 2016, perseroan tercatat membukukan laba bersih senilai Rp1,70 triliun. Pada 2017, laba bersih melesak menjadi Rp360,30 miliar.

Adapun, produk bancassurance yang ditunda pembayarannya oleh Jiwasraya adalah JS Proteksi Plan. Asuransi Jiwasraya seharusnya membayarkan polis yang jatuh tempo itu pada Rabu, 10 Oktober 2018. 

Produk ini dipasarkan melalui 7 mitra bancassurance Jiwasraya yakni Standard Chartered Bank, PT Bank KEB Hana Indonesia, PT Bank Victoria Internasional Tbk., PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank QNB Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

BISNIS.COM






Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

2 hari lalu

Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

Asuransi membuat petani tidak merugi. Lahan yang diasuransi akan mendapatkan klaim saat terjadi gagal panen.


Erick Thohir Ganti Komut Jasa Raharja, Berikut Susunan Dewan Komisaris yang Baru

8 hari lalu

Erick Thohir Ganti Komut Jasa Raharja, Berikut Susunan Dewan Komisaris yang Baru

Pemegag saham PT Jasa Raharja, melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris Jasa Raharja pada 15 September 2022.


Marak Penipuan Belanja Online, BCA Rilis Asuransi Personal Siber dengan Premi Mulai dari Rp 8.750

16 hari lalu

Marak Penipuan Belanja Online, BCA Rilis Asuransi Personal Siber dengan Premi Mulai dari Rp 8.750

Maraknya penipuan saat belanja online mendorong PT Asuransi Umum BCA merilis produk asuransi Personal Cyber Insurance. Bagaimana sistemnya?


BCA Luncurkan Asuransi Perlindungan Siber Pertama di Indonesia, Apa Keuntungannya?

16 hari lalu

BCA Luncurkan Asuransi Perlindungan Siber Pertama di Indonesia, Apa Keuntungannya?

BCA Insurance meluncurkan produk personal cyber insurance. Produk ini menawarkan perlindungan bagi masyarakat terhadap kejahatan siber.


Semester I 2022, Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Rp 83,93 T

20 hari lalu

Semester I 2022, Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Rp 83,93 T

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 83,93 triliun.


Semester I 2022, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 12,3 Persen

20 hari lalu

Semester I 2022, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 12,3 Persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa menurun 12,3 persen secara tahunan.


OJK Restui Dirut Baru AJB Bumiputera Irvandi Gustari, Begini Profilnya

25 hari lalu

OJK Restui Dirut Baru AJB Bumiputera Irvandi Gustari, Begini Profilnya

OJK menyetujui penunjukkan Irvandi Gustari sebagai direktur utama AJB Bumiputera 1912. Seperti apa profil dan rekam jejaknya?


Hino Hadirkan Asuransi Khusus Truk dan Bus pada Pameran GIIAS 2022

43 hari lalu

Hino Hadirkan Asuransi Khusus Truk dan Bus pada Pameran GIIAS 2022

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menghadirkan layanan Total Support kepada konsumennya selama pameran GIIAS 2022.


Gagal Panen, 9 Kelompok Tani Kabupaten Bogor Ajukan Klaim Asuransi Rp 442 Juta

45 hari lalu

Gagal Panen, 9 Kelompok Tani Kabupaten Bogor Ajukan Klaim Asuransi Rp 442 Juta

Asuransi tani berguna untuk memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen akibat bencana kekeringan atau banjir bandang.


Kasus Korupsi Taspen Life, Kejagung Sebut Dirut PT PRM Terima Duit Rp 750 Juta

45 hari lalu

Kasus Korupsi Taspen Life, Kejagung Sebut Dirut PT PRM Terima Duit Rp 750 Juta

Kejaksaan Agung mengumumkan tersangka baru kasus dugaan korupsi pada Pengelolaan Dana Investasi di PT. Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) Tahun 2017-2020 yaitu AM. Dia adalah seorang Direktur Utama PT. Prioritas Raditya Multifinance (PT. PRM).