Selasa, 23 Oktober 2018

Wamen ESDM Arcandra: Sudah Tidak Ada Antrean BBM di Palu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan sudah tidak ada antrean bahan bakar minyak (BBM) di SPBU wilayah Palu, Sulawesi Tengah pasca bencana di wilayah tersebut.

    Baca: Elektabiitas Jokowi Bisa Terpengaruh Akibat Tak Tegas soal BBM

    "Supply-nya kemaren saya cek langsung, supply-nya tidak ada antrean, baik itu BBM di SPBU, maupun di LPG," kata Arcandra di Gedung Kementerian ESDM, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Arcandra mengatakan di pangkalan-pangkalan LPG kemarin, juga tidak ada antrean, karena Pertamina melakukan operasi pasar juga. 

    "Di SPBU sendiri, Pertamina punya strategi punya line supply yang cukup, tapi juga tangki mobil juga ditaruh di sana. Jadi, cepat tanggapnya. Rangenya satu per satu, tidak ada yang antri," ujar Arcandra.

    Arcandra mengatakan terdapat tiga SPBU terdampak bencana yang rusak berat. Menurut dia, SPBU yang telah beroperasi di Kota Palu sampai kemarin, 11 Oktober sebanyak 15 SPBU.

    "Sebelum bencana 17 SPBU. Jadi 2 yang mengalami kerusakan berat. Dalam satu sampai empat minggu, semoga bisa ki pulihkan menjadi 17 SPBU," kata Arcandra.

    Sebelumnya gempa berkekuatan 7,4 skala richter dan tsunami yang menerjang kawasan Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong dan Pasangkayu, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018.

    Lebih lanjut Arcandra mengatakan Terminal BBM ada yang rusak di jetty atau dermaga di Donggala. Tapi, kata dia, kapal sudah bisa merapat untuk menyuplai bahan bakar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.