Selasa, 23 Oktober 2018

Pertama di Indonesia, Daerah Ini Gunakan Aspal Jalan Dari Karet

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengaspal jalan yang akan digunakan untuk jalan tol fungsional di kawasan Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Kamis, 7 Juni 2018. Petugas terus melakukan berbagai persiapan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik, yang akan melintasi jalur tersebut. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas mengaspal jalan yang akan digunakan untuk jalan tol fungsional di kawasan Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Kamis, 7 Juni 2018. Petugas terus melakukan berbagai persiapan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik, yang akan melintasi jalur tersebut. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COPalembang -Jalan di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan mulai mengaplikasikan penggunaan karet alam sebagai bahan campuran aspal. Pada tahap awal, penerapan hasil termuan terkini ini dilakukan di desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang jalan 465 meter.

    Baca: PUPR Sebut Barang Impor di Proyek Infrastruktur Hanya Aspal

    Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan penggunaan karet dalam aspal jalan raya sebagai salah satu upaya mengangkat harga karet yang dijual jauh di bawah ongkos produksi dalam tiga tahun terakhir ini. "Jalan 465 meter ini menyerap 8,49 ton karet alam milik petani rakyat," katanya, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Dodi menuturkan anjloknya harga karet di kalangan petani rakyat membuat keprihatinan banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen untuk mencari solusi alternatif untuk mendongkrak pemanfaatan Karet Muba sebagai bahan campuran pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet.

    Aspal berbahan campuran karet itu menggunakan teknologi pembangunan Aspal Hotmix Menggunakan Campuran Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT).

    Plt. Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori mengatakan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2018 dan menelan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar. Ke depan pihaknya akan berinovasi kembali menggunakan teknologi berbasis latek. Selain itu keunggulan aspal karet ini adalah; perkerasan aspal tahan terhadap temperatur dan deformasi, lebih lentur dan fleksibel, kedap air. "Yang penting juga ini lebih tahan lama dan mengurangi kebisingan jalan raya," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin mengatakan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Kabupaten Musi Banyuasin merupakan penerapan pertama di Indonesia.

    Dia berharap ke depanya perbaikan ruas jalan di Kabupaten Muba akan konsisten menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.