Selasa, 23 Oktober 2018

Badan Geologi Petakan Wilayah Aman untuk Bangun Hunian di Sulteng

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Basarnas dan relawan membawa kantong mayat korban gempa dan tsunami Palu di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 11 Oktober 2018. Pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah hingga 26 Oktober 2018, sedangkan proses evakuasi korban resmi dihentikan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

    Petugas Basarnas dan relawan membawa kantong mayat korban gempa dan tsunami Palu di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 11 Oktober 2018. Pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah hingga 26 Oktober 2018, sedangkan proses evakuasi korban resmi dihentikan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar mengatakan saat ini sedang dalam proses berjalan mencari lahan hunian yang tetap.

    Baca: Kampung Hilang, LIPI: Ciri Rawan Likuifaksi Geologi Sulit Dilihat

    "Wilayah-wilayah-wilayah yang tetap. Karena wilayah-wilayah yang boleh dikatakan hancur ada Petobo, Balaroa, dan lagi," kata Rudy di Kementerian BUMN, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Rudy mengatakan pihaknya bersama kepala daerah sudah mencari alternatif beberapa lokasi secara bersama-sama dengan tim Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN. Dia menyebutkan ada empat lokasi yang aman dibangun tempat hunian, tapi masih dalam kajian lebih lanjut.

    "Empat lokasi itu ada di Duyu, Talise, Sidera dan Balaroa. Itu masih alternatif ya, belum ditetapkan," kata Rudy.

    Rudi mengatakan saat ini tim badan geologi dari kemarin hingga saat ini sedang di lapangan untuk mencari lagi lokasi yang berpotensi dibangun hunian.

    "Supaya nanti alternatifnya banyak, kami mencari alternatif yang ideal sih tidak mungkin ada ya, tapi paling tidak minimal tidak terjadi korban," kata Rudy.

    Sebelumnya gempa berkekuatan 7,4 skala richter dan tsunami yang menerjang kawasan Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong dan Pasangkayu, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018.

    Lebih lanjut Rudi mengatakan Badan Geologi bertugas menentukan lokasi lahan yang relatif aman. "Kemudian nanti tim infrastruktur bagian engineering di situ akan mendesain strukturnya di situ apa yang cocok," kata Rudy.

    Rudy mengatakan setelah ditunjuk lokasi, baru dikomunikasikan dengan Kementerian ATR/BPN.

    "Hari ini temen-teman geologi akan mengidentifikasi dari sisi keamanannya. Jadi belum ditetapkan ya," kata Rudy.

    Rudy mengatakan nantinya Kementerian ATR/BPN akan melihat lahan di lokasi tersebur dimiliki oleh siapa, agar lahannya tidak memberikan masalah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.