Selasa, 11 Desember 2018

Jika Kuota CPNS Diaspora Sepi Peminat, Ini Rencana BKN

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Profesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS masih cukup dinikmati. Hal ini salah satunya tercermin dari jumlah pendaftar bimbingan belajar (Bimbel) untuk pembekalan tes calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018. DIAS PRASONGKO

    Profesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS masih cukup dinikmati. Hal ini salah satunya tercermin dari jumlah pendaftar bimbingan belajar (Bimbel) untuk pembekalan tes calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018. DIAS PRASONGKO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan jika kuota CPNS Diaspora tidak diminati, maka ada dua rencana. Pertama, akan tetap dibiarkan kosong. "Atau diberikan ke pelamar umum," kata dia kepada Tempo, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Baca juga: Ini Kuota Pendaftaran CPNS 2018 untuk Jakarta dan Sekitarnya

    Bima menjelaskan kursi tersebut tidak akan diberikan kepada pekerja honorer. Alasannya, pekerja honorer sudah memiliki jalur tersendiri untuk mengikuti CPNS.

    Sebelumnya, peminat Diaspora tercatat 52 orang. Padahal penyandang disabilitas, putra/putri Papua, dan honorer diminati oleh ribuan peminat.

    Pendaftaran CPNS 2018 secara online melalui portal pendaftaran SSCN, https://sscn.bkn.go.id, telah dimulai sejak 26 September. Kemudian, Panselnas telah memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran melalui portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), https://sscn.bkn.go.id, dari jadwal semula ditutup pada 10 Oktober, menjadi 15 Oktober mendatang.

    Sampai dengan 11 Oktober pukul 16.00 WIB, jumlah pelamar yang selesai mendaftar mencapai 2,57 juta orang, dari total akun pelamar sebanyak 4,14 juta orang.

    Para pelamar CPNS, harus melewati salah satu tahapan terpenting sebelum mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang harus dilalui yaitu seleksi administrasi. Mereka yang dinyatakan lulus seleksi administrasi inilah berhak mengikuti SKD.

    Berdasarkan data Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), formasi umum paling banyak menyedot jumlah pelamar, jumlahnya mencapai 2,55 juta orang yang sudah selesai mendaftar.

    Setidaknya ada 5 instansi yang menyedot jumlah pelamar CPNS terbanyak. Adapun urutannya sebagai berikut:

    1. Kementerian Hukum dan HAM: 410.988 orang
    2. Kementerian Agama: 219.808 orang
    3. Kejaksaan Agung: 47.241 orang
    4. Kementerian Ristekdikti: 47.093 orang
    5. Kementerian Perhubungan: 34.515 orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.