Senin, 22 Oktober 2018

Rupiah Diprediksi Melemah Karena Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memprediksi nilai tukar rupiah melemah hari ini, Jumat, 12 Oktober 2018. Reny memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 15.208 - Rp 15.273 per dolar Amerika Serikat.

    Baca juga: Analis Kenaikan Harga BBM Tidak Mempengaruhi Rupiah

    "Rupiah melemah karena prospek pertumbuhan ekonomi global yang menurun dan kenaikan Indeks Dollar," kata Reny saat dihubungi, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Reny menyatakan IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 3,9 persen.

    Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada juga memprediksi rupiah melemah hari ini. Reza memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.238 - Rp 15.220.

    "Pergerakan dolar AS yang berbalik melemah diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi AS diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," kata Reza.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.253 pada 11 Oktober 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 38 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.215 pada 10 Oktober 2018.

    Sedangkan pada 11 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.329 dan kurs beli Rp 15.177.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.