Nelayan Tradisional Minta Bantuan Alat Tangkap Baru

Reporter

Ilustrasi kapal nelayan. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Medan - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan agar membantu kehidupan nelayan tradisional di daerah itu yang sangat memprihatinkan.

Baca juga: Disebut Bikin Susah Nelayan, Susi Pudjiastuti: Nelayan yang Mana?

"Nelayan di Sumatera Utara banyak yang susah, tetap dalam keadaan miskin dan juga tidak mempunyai tempat tinggal," kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli di Medan, Jumat, 12 Oktober 2018.

Selain itu, menurut dia, anak-anak nelayan itu, banyak yang tidak bersekolah karena ketiadaan biaya dan juga terlilit utang dengan rentenir.

"Sehubungan dengan itu, pemerintah dapat memberikan solusi kepada nelayan yang mengalami himpitan ekonomi," ujar Nazli.

Ia mengatakan, saat ini ribuan nelayan di Sumatera Utara tidak melaut karena takut ditangkap aparat keamanan, karena mereka masih menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl), pukat tarik (seine nets) dan jaring cantrang yang dilarang pemerintah.

Sebab, nelayan tersebut sampai saat ini tidak memiliki dana membeli alat tangkap yang baru, sebagai pengganti pukat harimau dilarang beroperasi di perairan Indonesia.

"Alat tangkap tersebut, dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2015, dan harus ditinggalkan, serta tidak dibenarkan lagi digunakan oleh nelayan," ucap dia.

Nazli menambahkan, dengan adanya bantuan pemerintah tersebut, maka nelayan dapat membeli jaring milineum pengganti pukat harimau. Penggunaan jaring milineum itu, merupakan yang disarankan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Bahkan, nelayan tradisional itu, banyak berminat untuk mendapatkan jaring milineum yang ramah lingkungan itu, namun mereka tidak mampu membelinya. "Pemerintah juga mempunyai peranan yang cukup besar membantu nelayan yang mengalami kesulitan ekonomi, dan menjadi pengangguran," kata Wakil Ketua HNSI Sumatera Utara itu.

ANTARA






Berusia 63 Tahun, Bos KFC Ricardo Gelael Juara 3 Danau Toba Rally 2022

1 hari lalu

Berusia 63 Tahun, Bos KFC Ricardo Gelael Juara 3 Danau Toba Rally 2022

Pereli senior Ricardo Gelael, usia bukanlah batasan. Dalam usia 63 tahun ia meraih juara ketiga Danau Toba Rally 2022. Ini profil bos KFC Indonesia.


Kerabat Sultan Deli Temui Yusril Ihza Mahendra Bahas Sengketa Tanah Kesultanan Deli Vs Pemerintah RI

5 hari lalu

Kerabat Sultan Deli Temui Yusril Ihza Mahendra Bahas Sengketa Tanah Kesultanan Deli Vs Pemerintah RI

Kerabat Sultan Deli akan berikan kuasa kepada Yusril Ihza Mahendra jika musyawarah sengketa Tanah Kesultanan Deli dengan Pemerintah RI tidak berhasil.


Ingin ke Pantai Cantik dengan Pemandangan Pencakar Langit? Datanglah ke Nongsa Batam

6 hari lalu

Ingin ke Pantai Cantik dengan Pemandangan Pencakar Langit? Datanglah ke Nongsa Batam

Pantai Sekilak ada di Pulau Putri, Kecamatan Nongsa Batam. Ciri khas pantai ini adalah hamparan bebatuan yang diselingi dengan suara ombak kecil.


Trenggono Paparkan 5 Program Ekonomi Biru ke Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan

7 hari lalu

Trenggono Paparkan 5 Program Ekonomi Biru ke Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengonsolidasikan 5 program ekonomi biru bersama para pimpinan perguruan tinggi perikanan dan kelautan seluruh Indonesia.


Wagub Pastikan BLT BBM dari Anggaran Pemprov Jawa Barat Hanya untuk Nelayan, Kenapa?

8 hari lalu

Wagub Pastikan BLT BBM dari Anggaran Pemprov Jawa Barat Hanya untuk Nelayan, Kenapa?

Wagub Jabar memastikan BLT dari anggaran provinsi untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM hanya akan diberikan pada nelayan. Ini sebabnya.


Terkini Bisnis: Penyaluran Solar Subsidi Libatkan Nelayan, Viral Video Jet Pribadi Ketua Banggar DPR

10 hari lalu

Terkini Bisnis: Penyaluran Solar Subsidi Libatkan Nelayan, Viral Video Jet Pribadi Ketua Banggar DPR

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Ahad siang 18 September 2022 dimulai dari Koperasi Nelayan dilibatkan dalam menyalurkan BBM solar bersubsidi.


Pemerintah Pastikan Semua Koperasi Nelayan Jadi Mitra Pertamina dalam Penyaluran Solar Subsidi

10 hari lalu

Pemerintah Pastikan Semua Koperasi Nelayan Jadi Mitra Pertamina dalam Penyaluran Solar Subsidi

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memastikan bahwa Koperasi Nelayan di seluruh Indonesia bisa menjadi mitra bagi PT Pertamina (Persero)


Erick Thohir Resmi Luncurkan Program Solar untuk Nelayan, Harganya Rp 6.800 per Liter

11 hari lalu

Erick Thohir Resmi Luncurkan Program Solar untuk Nelayan, Harganya Rp 6.800 per Liter

Erick Thohir mengatakan program solar seharga Rp 6.800 per liter akan dikembangkan di tujuh lokasi dan diperluas ke seluruh Indonesia.


Bank Indonesia Kenalkan Uang Rupiah Baru ke Nelayan Muara Angke, Lebih Tampak Bedanya

11 hari lalu

Bank Indonesia Kenalkan Uang Rupiah Baru ke Nelayan Muara Angke, Lebih Tampak Bedanya

Bank Indonesia (BI) menyosialisasikan uang rupiah baru ke nelayan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu, 17 September 2022.


Teten: Solar Subsidi untuk Nelayan agar Penyaluran BBM Tepat Sasaran

11 hari lalu

Teten: Solar Subsidi untuk Nelayan agar Penyaluran BBM Tepat Sasaran

Teten mengatakan berdasarkan data yang dipelajari, 60 persen biaya produksi yang harus dikeluarkan nelayan adalah untuk BBM.