Jumat, 14 Desember 2018

BBM Premium Batal Naik, Ini Tanggapan Menteri Darmin

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pidato pembuka saat menghadiri pembukaan Indonesia Investment Forum 2018 di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pidato pembuka saat menghadiri pembukaan Indonesia Investment Forum 2018 di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, BALI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution enggan berkomentar banyak saat ditanya mengenai kebijakan maju mundur harga bahan bakar minyak (BBM) Premium.  

    Baca: Analis: Kenaikan Harga BBM Tidak Mempengaruhi Rupiah

    “Saya lebih baik menjelaskan saat keputusan sudah diambil,” ujarnya saat ditemui di sela-sela Annual Meeting IMF—World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis 11 Oktober 2018.

    Darmin mengatakan belum menentukan kapan rapat koordinasi terkait harga Premium bakal dilakukan. Pihaknya menyebut saat ini tengah padat mengikuti rangkaian Annual Meeting IMF—World Bank Group 2018.

    “Lebih baik tidak ada penjelasan lagi. Pokoknya semua sudah tahu seperti apa,” paparnya.

    Ketika ditanya mengenai kondisi perekonomian, dia menjelaskan bahwa saat Indonesia mengalami situasi di mana defisiti transaksi berjalan masih cukup tetap tinggi meski di bawah 3%. Selain itu, modal dari luar negeri memang keluar dalam beberapa bulan terakhir.

    Darmin menyebut pemerintah harus segera merubah kondisi tersebut. Oleh karena itu, perlu ada kebijakan untuk mengembalikan kondisi.

    Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno menjelaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) 43 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak mengatur mekanisme kenaikan harga Premium. Dalam beleid itu, diatur bahwa kebijakan tersebut mesti melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

    Selain itu, dia menyebut bahwa Menteri BUMN telah melakukan cek silang ke Pertamina. Kesimpulannya, perseroan minyak pelat merah itu belum siap mengimplementasikan kenaikan harga Premium.

    Fajar mengatakan akan dilakukan rapat koordinasi dalam waktu dekat. Tiga kriteria yang akan menjadi pertimbangan sesuai dengan Perpres 43 Tahun 2018 yakni kondisi keuangan negara, kemampuan daya beli masyarakat, serta kondisi riil ekonomi.

    Dengan demikian, dia mengatakan Menteri BUMN Rini M. Soemarno telah menyampaikan kepada Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) untuk menunda kebijakan kenaikan harga Premium. Akan tetapi, pihaknya belum dapat memastikan kapan rapat koordinasi akan digelar serta penundaan kenaikan harga BBM tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.