Harga BBM Premiun Batal Naik, Rini: Kami Belum Dikomunikasikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno berfoto di dalam kokpit pesawat angkut militer Airbus A400M AU Prancis dalam rangka misi Pegasus 2018, di Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. Dalam misi ini, Prancis memamerkan keunggulan industri pesawat dan proyeksi kekuatan pertahanan udara miliknya. TEMPO/Imam Sukamto.

TEMPO.CO, Nusa Dua - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Rini Soemarno mengomentari mengenai keputusan pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis premium. Menurut Rini, pembatalan dilakukan karena belum adanya koordinasi yang matang.

Baca: Analis: Kenaikan Harga BBM Tidak Mempengaruhi Rupiah

"Sore itu memang belum dikomunikasikan, memang ada kesalahan. Karena saya kan ada di Palu, saya ke Palu ke Sigi, itu tidak ada komunikasi waktu di Sigi. Kalau Palu kan sudah lancar komunikasinya. Waktu saya ke sigi itu menghilang sama sekali, abis itu berangkat ke sini (Bali)," kata di Inaya Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Sebelumnya, pada Rabu sore, 10 Oktober 2018, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga BBM jenis premium menjadi Rp 7.000 per liter. Kenaikan tersebut, kata Jonan, dilakukan paling lambat mulai Rabu malam, pukul 18.00 WIB. Kenaikan harga ini akan berlaku di wilayah Jawa, Madura dan Bali.

"Pemerintah mempertimbangkan Premium mulai hari ini jam 18.00 WIB, paling cepat, tergantung dari persiapan Pertamina mensosialisasikan sebanyak 2500 SPBU yang menjual Premium naik sekitar 7 persen," kata Jonan saat mengelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Namun demikian, setelah gelaran konferensi pers itu, Kementerian BUMN, yang diwakili oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengumumkan pembatalan kenaikan premiun. Dalam keterangannya kepada media, Harry menjelaskan kenaikan tersebut dibatalkan karena PT Pertamina belum siap setelah pada hari yang sama juga menaikan harga Pertamax series.

Senada dengan Harry, Rini juga menjelaskan bahwa sejak awal kenaikan yang dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah kenaikan harga BBM jenis pertamax. Rini menilai kenaikan tersebut juga sudah sangat tepat karena memang bisa dilakukan terutama oleh Pertamina. Apalagi, kata Rini, kenaikan tersebut mengikuti harga kenaikan pertamax milik kompetitor Pertamina.

Rini juga menjelaskan pembatalan kenaikan BBM jenis premium tersebut, tak akan mempengaruhi kondisi keuangan Pertamina. Dalam arti, keuntungan bagi Pertamina masih akan tetap baik.

"Karena kenaikan (Pertamax) itu bisa kita lakukan, maka sehari sebelumnya sudah dikomunikasikan karena kompetitor kami sudah naik, maka kami juga harus segera naik," kata dia.

Selain itu, Rini mengaku tak mengetahui berapa nilai keekonomian BBM premium. Namun, dia memastikan keuangan pertamina sehat karena masih banyak proyek yang akan dijalankan oleh perusahaan pelat merah ini,






Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

16 menit lalu

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

Kemendag memastikan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara umum masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

26 menit lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

4 jam lalu

Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

Indef memperkirakan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen pada September 2022 mencapai 1,45 persen secara bulanan (month to month/mtm).


Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

7 jam lalu

Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

Pada bulan awal September kemarin, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.


Motor Brebet Saat Digas, Inilah Penyebab serta Cara Mengatasinya

12 jam lalu

Motor Brebet Saat Digas, Inilah Penyebab serta Cara Mengatasinya

Busi motor bisa menjadi penyebab motor brebet di rpm tinggi karena busi tidak menciptakan percikan api untuk pembakaran dalam mesin.


Ekonomi Sebut Inflasi di Kuartal IV 2022 Tembus 7 Persen, Tak Hanya BBM yang Jadi Pendorong

1 hari lalu

Ekonomi Sebut Inflasi di Kuartal IV 2022 Tembus 7 Persen, Tak Hanya BBM yang Jadi Pendorong

PT Bank UOB Indonesia memperkirakan bahwa inflasi akan meningkat pada kuartal IV/2022 atau pada Desember 2022 bisa mencapai 7 persen.


Mas Dhito: Bansos Bukan untuk Sanak Saudara

2 hari lalu

Mas Dhito: Bansos Bukan untuk Sanak Saudara

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan tegas penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) harus tepat sasaran.


Asosiasi: Pengemudi Ojol Belum Dapat Info Resmi BLT UMKM Rp 1,2 Juta

2 hari lalu

Asosiasi: Pengemudi Ojol Belum Dapat Info Resmi BLT UMKM Rp 1,2 Juta

Para pengemudi ojel online atau ojol belum mendapatkan informasi secara resmi terkait Bantuan Langsung Tunai atau BLT UMKM.


Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

2 hari lalu

Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

Taliban mendapatkan harga murah dari Rusia untuk BBM dan gandum. Kedua pihak telah meneken kesepakatan.


Agen Geruduk Kantor Ninja Xpress, Tolak Skema Baru Pemberian Komisi

2 hari lalu

Agen Geruduk Kantor Ninja Xpress, Tolak Skema Baru Pemberian Komisi

Agen menolak skema komisi sekitar 12 persen dari biaya jasa yang dibayarkan oleh marketplace ke Ninja Xpress.