Senin, 22 Oktober 2018

Bertemu Jokowi di Bali, Sekjen PBB Mengenakan Batik Cokelat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PBB, Antonio Guterres. REUTERS

    Sekjen PBB, Antonio Guterres. REUTERS

    TEMPO.CO, Bali -Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenakan batik warna cokelat saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi di sela pertemuan tahunan IMF - World Bank 2018, di Bali.

    BACA: Harga BBM Premium Batal Dinaikkan, Ini Pertimbangan Jokowi

    Pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Sekjen Antonio Guterres berlangsung di Laguna Hotel Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, sekitar pukul 08.30 WITA. Sekjen Guterres tiba di Loby Laguna Hotel Nusa Dua Bali sekitar pukul 8.25 WITA dan langsung disambut oleh Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi.

    Sesaat setelah tiba Guterres dipersilakan mengisi buku tamu kemudian diarahkan menuju ruang pertemuan bilateral di Bale Citra. Presiden Jokowi telah menanti kedatangan Sekjen Guterres di dalamnya.

    BACA: Premium Batal Naik, Ini Tiga Hal yang Menjadi Pertimbangan Jokowi

    Tampak satu hal yang tidak biasa dalam pertemuan itu yakni ketika semua delegasi mengenakan batik, bahkan termasuk Sekjen Guterres. Pria yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Portugal itu mengenakan batik lengan panjang warna cokelat tua.

    Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi juga mengenakan blazer dari tenun warna merah marun. Sebelum pertemuan itu, Retno mengatakan beberapa hal yang akan dibahas antara Presiden Jokowi dengan Sekjen Guterres akan meliputi banyak isu.

    "Berbagai isu di antaranya soal Palestina, 'Peacekeeping Operation' (PKO), dan soal isu bencana," ujarnya. Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri di antaranya Menlu Retno LP Marsudi dan Menkopolhukam Wiranto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.