5 Seputar Kenaikan Harga BBM Premium dan Perintah Jokowi

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersiap mengumumkan turunnya harga BBM di halaman Istana, Jakarta, 16 Januari 2015. Premium menjadi Rp. 6.600/liter, Solar menjadi Rp. 6.400/liter, elpiji 12 Kg menjadi Rp 129.000 dan harga semen turun sebesar Rp.3000 per sak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi bersiap mengumumkan turunnya harga BBM di halaman Istana, Jakarta, 16 Januari 2015. Premium menjadi Rp. 6.600/liter, Solar menjadi Rp. 6.400/liter, elpiji 12 Kg menjadi Rp 129.000 dan harga semen turun sebesar Rp.3000 per sak. TEMPO/Aditia Noviansyah



    Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengingatkan, menaikkan harga BBM Premium harus hati-hati. Sebab, jika tidak dipikirkan secara matang bakal bisa mempengaruhi elektabilitas Jokowi.

    "Dampak langsung mungkin tidak,  tapi kalau sering misskomunikasi antar pejabat dan itu banyak diingat masyarakat, bisa jadi pengaruh,” kata Hendri. Menurut dia, menaikkan harga BBM subsidi merupakan persoalan persoalan besar.

    Karena itu, kata dia, jangan sampai ada perbedaan di sekitar Presiden Jokowi ketika sebuah kebijakan diputuskan.  "BBM ini hal penting, pengaruhnya besar Jangan lagi ada misskomunikasi, Yang begini ini sudah sering".

    Ekonom Instute For Development of Economic and Finance atau Indef,  Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut inkonsistensi kebijakan energi bisa menciptakan sentimen negatif kepada pasar. "Selain di pasar keuangan, juga investor yang ingin masuk ke sektor minyak dan gas jadi hold dulu. Memasuki tahun politik risiko kebijakan makin besar," ujar Bhima kepada Tempo.

    Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, ada sisi positif jika pemerintah menaikkan harga Premium atau ron 88. "Yang paling utama adalah meringankan beban keuangan Pertamina," kata Komaidi saat dihubungi, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Komaidi mengatakan, tidak baik jika harga dibiarkan rendah. Komaidi menilai kenaikan harga BBM Premium juga akan baik untuk fiskal atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Kalo tidak naik Pertamina merugi, bagian negara dari laba BUMN yang sebagian besar dari Pertamina juga turun. Pembayaran pajak Pertamina juga berpotensi turun," kata Komaidi.

    VINDRY FLORENTIN | HENDARTYO HANGGI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.