Komparasi Biaya Pertemuan IMF - World Bank 2018 dan KTT APEC 2013

Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menentang IMF-WB menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. IMF - World Bank dianggap memperburuk penghidupan rakyat untuk mendapatkan kepastian tanah, upah, dan kerja karena investor asing di Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo angkat bicara menanggapi masih ramainya sebagian kalangan yang mempersoalkan besarnya dana yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menyelenggarakan pertemuan tahunan IMF - World Bank 2018. Tak hanya itu, ia juga membandingkan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah dalam menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013.

Baca: SBY: BPK Bisa Audit Anggaran Pertemuan IMF-World Bank

"Itu saya hitung. Sekadar membandingkan biaya penyelenggaraan KTT APEC 2013 vs Annual Meeting IMF 2018. Monggo dicerna dan dikritisi," kata Prastowo cuitan lewat akun Twitter-nya @prastow hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018. 

Dalam cuitannya, Prastowo melampirkan sebuah infografik yang menjelaskan penyelenggaraan KTT APEC 2013 memiliki pagu anggaran sekitar Rp 364 miliar dengan waktu pelaksanaan dua hari atau 5-7 Oktober 2013. Dalam acara itu ada 21 negara yang berpartisipasi dengan total peserta 8.379 orang.

Adapun biaya per negara untuk acara KTT APEC 2013 sebesar Rp 17 miliar. Adapun biaya per hari sekitar Rp 182 miliar dan biaya per peserta per hari sebesar sekitar Rp 21 juta. Adapun KTT APEC 2013 berlangsung ketika Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menjabat sebagai Presiden RI.

Sedangkan pada pertemuan IMF - World Bank 2018 memiliki pagu anggaran sekitar Rp 855 miliar dengan waktu pelaksanaan tujuh hari, yakni mulai 8 hingga 14 Oktober 2018. Sedangkan jumlah negara yang berpartisipasi sebanyak 189 dengan total peserta 19.800 orang.

Sementara, kata Prastowo, dalam acara IMF - World Bank itu, biaya per negara sebesar Rp sekitar Rp 4 miliar. Adapun biaya per hari sekitar Rp 142 miliar dan biaya per peserta per hari sebesar sekitar Rp 7 juta. Adapun perhelatan akbar ini berlangsung ketika Joko Widodo atau Jokowi menjabat sebagai Presiden RI. 

Cuitan Prastowo itu telah di-retweet sebanyak 153 kali dan mendapat klik like oleh 124 orang. Adapun yang berkomentar atas cuitan tersebut sebanyak 29 orang. 

Sebelumnya Koordinator Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pertemuan tahunan IMF - World Bank memprihatinkan dan memalukan. Alasannya, pertemuan itu diselenggarakan pemerintah Indonesia saat masyarakatnya tengah berduka akibat bencana di berbagai daerah.

"Kenduri mewah ini sangat memprihatinkan bagi koalisi dan memalukan. Kenapa? Karena di tengah bencana justru kemudian kita berpesta pora di Bali," kata Dahnil di kediaman Prabowo pada Jumat, 5 Oktober 2018.

Baca: Tim Prabowo Kritik Pertemuan IMF - World Bank, Ini Respons Luhut

Dahnil mengatakan anggaran yang kurang lebih mencapai Rp 1 triliun untuk pertemuan IMF - World Bank ini dinilai terlalu besar. Menurut dia, anggaran yang dikeluarkan pemerintah Indonesia lebih besar daripada anggaran yang dikeluarkan negara-negara lainnya untuk acara yang sama."Tidak elok tentunya bagi masyarakat yang sedang berkesusahan di daerah-daerah bencana. Pun demikian dengan masyarakat yang sekarang sedang kesusahan secara ekonomi," kata Dahnil.

RYAN DWIKI






Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

6 jam lalu

Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

Riza Patria sebut dia dan Anies Baswedan mendukung Pj Gubernur DKI pilihan Jokowi menggantikan posisinya.


Tol Serpong - Balaraja Diresmikan, Grup Ciputra Siapkan Hunian Baru Seluas 350 Hektare

10 jam lalu

Tol Serpong - Balaraja Diresmikan, Grup Ciputra Siapkan Hunian Baru Seluas 350 Hektare

Grup Ciputra menyambut beroperasinya Tol Serpong - Balaraja seksi 1A dengan menyiapkan proyek terbarunya, CitraGarden Serpong.


Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

12 jam lalu

Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

Presiden Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai koordinator pengarah pencapaian SDGs 2024. Apa sasarannya?


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

23 jam lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

1 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


Terima Petani dan Buruh, Setpres Janjikan Aspirasi Soal Reforma Agraria Disampaikan ke Jokowi

1 hari lalu

Terima Petani dan Buruh, Setpres Janjikan Aspirasi Soal Reforma Agraria Disampaikan ke Jokowi

Kepala Setpres Heru Budi Hartono mengatakan pemerintah terus menginventarisasi sedikitnya 34 masalah terkait reforma agraria


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

1 hari lalu

Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

Kapolda Metro Fadil Imran tak mempermasalahkan ada demo berjilid-jilid setelah Presiden Jokowi menaikkan harga BBM. Asal tak melanggar hukum.


PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

1 hari lalu

PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

Pengamat menilai alasan PDIP menganggap Pemilu 2009 diwarnai kecurangan cukup kuat.


Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

1 hari lalu

Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

Partai Demokrat dan Partai NasDem menyatakan peluang koalisi mereka segera terbentuk cukup besar.