Senin, 22 Oktober 2018

Bos IMF Beri Saran 3 Hal Ini untuk Genjot Pertumbuhan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde menyampaikan paparan terkait Pemberdayaan Wanita di Dunia Kerja pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde menyampaikan paparan terkait Pemberdayaan Wanita di Dunia Kerja pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Direktur Pelaksana International Monetary Fund atau IMF, Christine Lagarde mengatakan perdagangan global atau antar negara bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Meski demikian, kata Lagarde, membangun sistem perdagangan yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bukan tugas yang mudah.

    Baca: Sri Mulyani: Ekonomi Bali Naik, Bakal Lampaui Biaya IMF - WB

    "Karena itu para pembuat kebijakan saat ini harus memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan ikatan atau persatuan masing-masing negara sehingga mampu mendorong sistem perdagangan yang  bisa bekerja bagi semuanya," kata Lagarde saat memberikan opening speech dalam diskusi "How Global Trade Can Promote Growth for All" di Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Mantan Menteri Pertanian dan Perikanan Perancis ini mengatakan hal pertama yang mesti dilakukan adalah dengan cara bekerja bersama. Khususnya dengan cara mengurangi sengketa atau perselisihan perdagangan menjadi hal yang lebih konstruktif.

    Lagarde meminta para pihak-pihak pengambil kebijakan untuk melihat adanya potensi besar lewat kesepakatan dan transaksi perdagangan baru, seperti TPP-11 dan perjanjian Afrika, serta kemajuan yang dibuat pada kesepakatan AS-Meksiko-Kanada.

    Dengan langkah itu, Lagarde berharap karena ada keinginan untuk meningkatkan dan memperluas perdagangan. "Jadi, mari kita gunakan momentum itu untuk mengubah ketegangan menjadi penyesuaian," katanya.

    Kemudian yang kedua, Lagarde melanjutkan, semua negara perlu memperbaiki dan memodernisasi sistem perdagangan global bukan malah menghancurkannya. Artinya, diperlukan peningkatan penegakan hak kekayaan intelektual sekaligus memastikan persaingan yang efektif guna menghindari ekses dominasi pasar. Selain itu, ada strategi yang dapat digunakan melalui pendekatan negosiasi yang lebih fleksibel lewat World Trade Organization (WTO).

    Ketiga, negara-negara tersebut perlu juga menerapkan kebijakan perdagangan global yang bisa diakses secara efektif dan mampu melayani banyak pihak. Cara itu terbukti ampuh menciptakan kelas menengah terbesar di dunia seperti terjadi di Asia.

    Adapun, integrasi ekonomi telah meningkatkan pendapatan per kapita sambil menciptakan jutaan pekerjaan baru dengan upah yang lebih tinggi. "Namun, kami juga tahu bahwa beberapa pekerja, komunitas, sangat dipengaruhi oleh biaya gangguan manusia, baik dari teknologi, perdagangan, atau kombinasi keduanya," kata dia.

    Baca: Acara IMF, Presiden Bank Dunia dan Kalla Bahas Pendanaan Bencana

    Atas dasar alasan-alasan itulah, ujar Lagarde, IMF memerlukan kebijakan domestik yang lebih efektif, termasuk peningkatan investasi dalam pelatihan dan jaring pengaman sosial. Sebab, IMF tidak bisa melakukan sendirian tanpa bantuan pemerintah masing-masing negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.