Bos IMF Beri Saran 3 Hal Ini untuk Genjot Pertumbuhan

Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde menyampaikan paparan terkait Pemberdayaan Wanita di Dunia Kerja pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Nusa Dua - Direktur Pelaksana International Monetary Fund atau IMF, Christine Lagarde mengatakan perdagangan global atau antar negara bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Meski demikian, kata Lagarde, membangun sistem perdagangan yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bukan tugas yang mudah.

Baca: Sri Mulyani: Ekonomi Bali Naik, Bakal Lampaui Biaya IMF - WB

"Karena itu para pembuat kebijakan saat ini harus memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan ikatan atau persatuan masing-masing negara sehingga mampu mendorong sistem perdagangan yang  bisa bekerja bagi semuanya," kata Lagarde saat memberikan opening speech dalam diskusi "How Global Trade Can Promote Growth for All" di Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Mantan Menteri Pertanian dan Perikanan Perancis ini mengatakan hal pertama yang mesti dilakukan adalah dengan cara bekerja bersama. Khususnya dengan cara mengurangi sengketa atau perselisihan perdagangan menjadi hal yang lebih konstruktif.

Lagarde meminta para pihak-pihak pengambil kebijakan untuk melihat adanya potensi besar lewat kesepakatan dan transaksi perdagangan baru, seperti TPP-11 dan perjanjian Afrika, serta kemajuan yang dibuat pada kesepakatan AS-Meksiko-Kanada.

Dengan langkah itu, Lagarde berharap karena ada keinginan untuk meningkatkan dan memperluas perdagangan. "Jadi, mari kita gunakan momentum itu untuk mengubah ketegangan menjadi penyesuaian," katanya.

Kemudian yang kedua, Lagarde melanjutkan, semua negara perlu memperbaiki dan memodernisasi sistem perdagangan global bukan malah menghancurkannya. Artinya, diperlukan peningkatan penegakan hak kekayaan intelektual sekaligus memastikan persaingan yang efektif guna menghindari ekses dominasi pasar. Selain itu, ada strategi yang dapat digunakan melalui pendekatan negosiasi yang lebih fleksibel lewat World Trade Organization (WTO).

Ketiga, negara-negara tersebut perlu juga menerapkan kebijakan perdagangan global yang bisa diakses secara efektif dan mampu melayani banyak pihak. Cara itu terbukti ampuh menciptakan kelas menengah terbesar di dunia seperti terjadi di Asia.

Adapun, integrasi ekonomi telah meningkatkan pendapatan per kapita sambil menciptakan jutaan pekerjaan baru dengan upah yang lebih tinggi. "Namun, kami juga tahu bahwa beberapa pekerja, komunitas, sangat dipengaruhi oleh biaya gangguan manusia, baik dari teknologi, perdagangan, atau kombinasi keduanya," kata dia.

Baca: Acara IMF, Presiden Bank Dunia dan Kalla Bahas Pendanaan Bencana

Atas dasar alasan-alasan itulah, ujar Lagarde, IMF memerlukan kebijakan domestik yang lebih efektif, termasuk peningkatan investasi dalam pelatihan dan jaring pengaman sosial. Sebab, IMF tidak bisa melakukan sendirian tanpa bantuan pemerintah masing-masing negara.






Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

15 jam lalu

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

Kemendag memastikan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara umum masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak.


Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

21 jam lalu

Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

IHSG masih berpeluang mencetak rekor all time high baru pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global.


Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

1 hari lalu

Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

Pada Pertemuan Menteri Pertanian G20, Dirjen FAO memperingatkan implikasi berbahaya krisis pangan dari melonjaknya harga makanan dan pupuk.


Ekonom Sebut Resesi Global Bisa Ubah Surplus Perdagangan Jadi Defisit

1 hari lalu

Ekonom Sebut Resesi Global Bisa Ubah Surplus Perdagangan Jadi Defisit

Ekonom menyebut surplus perdagangan bisa berubah dan berbalik arah menjadi defisit karena resesi global.


UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

2 hari lalu

UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,1 hingga 5,4 persen pada 2022.


Mengenal Gigantisme Akibat Kelebihan Hormon Pertumbuhan

2 hari lalu

Mengenal Gigantisme Akibat Kelebihan Hormon Pertumbuhan

Gigantisme adalah kondisi langka yang menyebabkan pertumbuhan tidak normal pada anak-anak akibat ada kelainan pada hormon pertumbuhan.


Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

3 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

Anies Baswedan mengharapkan kerja sama aktif Bank DKI dan Bank Maluku/ Maluku Utara dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua daerah.


Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

4 hari lalu

Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

Tim Ayres, Asisten Menteri Manufaktur dan Perdagangan Australia, menjadi delegasi yang hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata G20.


RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

7 hari lalu

RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

Zulkifli Hasan menuturkan ada delapan kesepakatan dagang yang diteken oleh perusahaan-perusahaan asal Indonesia dan India.


RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

8 hari lalu

RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

Menteri Zulkifli Hasan akan memulai perundingan CEPA antara Indonesia dan Arab Saudi sebagai bentuk upaya mendorong hubungan dagang dua negara.