Minggu, 16 Desember 2018

Ruang Perkantoran Bakal Kembali Terisi di Kuartal III 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung-gedung bertingkat dikawasan Central Business Distrik di Jakarta, 9 September 2017. James juga mengatakan permintaan ruang perkantoran di CBD area masih stagnan sepanjang 2016. Tempo/Tony Hartawan

    Gedung-gedung bertingkat dikawasan Central Business Distrik di Jakarta, 9 September 2017. James juga mengatakan permintaan ruang perkantoran di CBD area masih stagnan sepanjang 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsultan properti Jones Lang Lasalle (JLL) menyatakan ruang perkantoran mulai kembali terisi pada triwulan ketiga 2018. "Pasar perkantoran selama triwulan ketiga tetap positif meski tidak sebesar triwulan sebelumnya," ujar Kepala Riset JLL James Taylor di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Baca: Konsultan: 11 Perkantoran Beroperasi di Luar Daerah Sentra Bisnis

    Selama periode ini, kata Taylor, sebanyak 37 ribu meter persegi ruangan kantor terserap di kawasan pusat bisnis atau central business district. Apabila dilihat dari jenis perusahaan yang menempati ruang perkantoran, James melihat hampir setengah ruang perkantoran gedung grade A di kawasan bisnis diisi oleh perusahaan berbasis teknologi, seperti Go-Jek, Grab, dan Wework.

    Kendati tingkat penyerapan cukup tinggi, James mengatakan tingkat hunian tetap tertekan di angka 78 persen lantaran banyaknya pasokan gedung yang selesai di bangun beberapa waktu terakhir.

    Pada triwulan ini, ada satu gedung yang baru selesai dibangun di kawasan bisnis Sudirman, yaitu Revenue Tower dengan luas ruangan sekitar 36 ribu meter persegi. JLL memperkirakan akan ada pasokan ruangan anyar sebesar 540 ribu meter persegi hingga akhir tahun ini, sehingga akan membuat tingkat hunian terus tertekan dan mengalami stabilisasi pada 2020 mendatang.

    Sementara di luar kawasan bisnis, kantor yang terserap untuk gedung grade B adalah seluas 25 ribu meter persegi. Angka ini adalah yang tertinggi sejak awal tahun. "Sejumlah relokasi, konsolidasi, dan ekspansi masih tetap terjadi," ujar James.

    Baca: Bank Indonesia: Bisnis Sewa Kantor di Bali Tercatat Stabil

    James mengatakan adanya gedung baru di kawasan non CBD telah berhasil menstabilkan tingkat hunian di kawasan TB Simatupang dan Jakarta Selatan.Suplai anyar di kawasan non CBD, kata James, mencapai sekitar 34 ribu meter persegi. Oleh karena itu, pada triwulan III 2018, ujar James, tingkat hunian di kawasan non CBD berhasil stabil di angka 76 persen setelah sebelumnya terus mengalami penurunan pada 2014 - 2016.

    Simak berita terkait perkantoran hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".