Selasa, 23 Oktober 2018

Pertamina Menaikkan Harga BBM Non Subsidi, Cek Harganya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) mengisi BBM ke kendaraan pelanggan di SPBU Coco Kuningan, Jakarta, Senin, 3 September 2018. Nicke menyapa langsung para pelanggan dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional. ANTARA/Aprillio Akbar

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) mengisi BBM ke kendaraan pelanggan di SPBU Coco Kuningan, Jakarta, Senin, 3 September 2018. Nicke menyapa langsung para pelanggan dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB.

    BACA: Pertamina Tekan Konsumsi BBM Premium hingga 20 Persen

    External Communication Manager PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan untuk harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik.

    "Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik," kata Arya dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Arya mengatakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel.

    BACA: Pertemuan IMF - World Bank, Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam

    "Di mana penetapannya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM," ujar Arya.

    Arya mengatakan atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter. Harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain. Harga yang ditetapkan untuk wilayah lainnya bisa dilihat pada website Pertamina https://www.pertamina.com/id/news-room/announcement/.

    Pada 2 Juli Pertamina juga menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, di SPBU seluruh Indonesia. Berdasarkan keterangan resmi Pertamina yang diterima Antara di Jakarta. Sedangkan harga Premium, solar, dan Pertalite tidak naik.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menjelaskan, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus naik. Saat ini, harga minyak dunia rata-rata mencapai US$ 75 per barel.

    Atas ketentuan tersebut, Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta Rp 9.500 per liter, sementara Pertamax Turbo Rp 10.700 per liter. Sedangkan untuk Dex Series ditetapkan harga Rp 10.500 per liter dan Dexlite Rp 9.000 per liter.

    Lebih lanjut Arya mengatakan Pertamina memberikan apresiasi kepada pelanggan yang setia menggunakan BBM berkualitas melalui program Berkah Energi Pertamina. Program ini sebagai wujud penghargaan untuk para konsumen yang dengan setia menggunakan produk unggulan Pertamina yang lebih ramah lingkungan, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Dexlite, Pertamina Dex, Pelumas Fastron serta Bright Gas. Untuk mengikuti program ini, pelanggan dapat mendownload aplikasi MyPertamina dan mengikuti panduan selanjutnya. Program  ini serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia mulai 9 Agustus 2018  hingga 31 Juli 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.