Selasa, 23 Oktober 2018

Hanya 3 Persen Tenaga Honorer K2 yang Bisa Ikut CPNS 2018

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan para peserta saat memberikan kuliah umum kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan para peserta saat memberikan kuliah umum kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara mencatat hanya ada sebanyak 13.345 tenaga honorer Kategori II alias K2 yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018. Apabila dipersentasekan, jumlah tersebut adalah sekitar 3 persen dari total 438.590 tenaga honorer K2 yang tercatat dalam database BKN.

    BACA: Ribuan Guru Honorer Geruduk Kantor Bupati Bogor, Ini Tuntutannya

    Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN Iwan Hermanto mengatakan pegawai honorer K2 yang bisa mengikuti seleksi CPNS 2018 mesti memenuhi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018. “Berdasarkan proses seleksi di atas, maka jumlah rekapitulasi data Tenaga Honorer K-II yang memenuhi syarat adalah 13.345,” kata Iwan dikutip dari situs resmi setkab.go.id, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Sebagaimana diketahui, dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 36 Tahun 2018 disebutkan, untuk dapat mengikuti seleksi CPNS Tahun 2018, Tenaga Honorer K2 harus memenuhi persyaratan, antara lain usia paling tinggi 35 tahun. Selain itu, mereka juga harus masih aktif bekerja terus-menerus sampai sekarang.

    Syarat lainnya, bagi tenaga pendidik minimal  mengantongi ijazah S1 yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi Tenaga Honorer K2 pada tanggal 3 November 2013. Sementara, bagi Tenaga Kesehatan, mesti berijazah minimal  D3 yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi Tenaga Honorer K2 pada tanggal 3 November 2013.

    Untuk para honorer K2 yang dinilai layak mengikuti seleksi CPNS, Iwan mengingatkan bahwa mereka wajib melakukan pencetakan ulang kartu tanda bukti peserta Tenaga Honorer Kategori II melalui helpdesk SSCN 2018. Kartu itu harus mencantumkan kualifikasi atau tingkat pendidikan yang digunakan pada saat pengangkatan tenaga honorer pertama kali dan kualifikasi pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan saat pendataan Tenaga Honorer K2.

    "Lalu mereka harus membawa kartu tersebut ke BKD masing-masing untuk diverifikasi dan divalidasi," ujar Iwan. Selanjutnya, BKN mengingatkan kepada administrator instasi bahwa mereka wajib memverifikasi dan validasi serta mencetak salinan kartu ujian Tenaga Honorer K2 melalui helpdesk SSCN 2018. Pencetakan dilakukan dengan memasukkan nomor tiket yang tertera pada kantu tanda bukti peserta Tenaga Honorer K2 dan membubuhkan tanda tangan pejabat yang berwenang.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.