Selasa, 11 Desember 2018

Bank Indonesia Temui The Fed di Acara IMF-World Bank

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersiap memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur tambahan di kantor pusat BI, Jakarta, 30 Mei 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-days repo rate 25 basis poin menjadi 4,75 persen untuk mengantisipasi risiko eksternal terutama kenaikan suku bunga acuan kedua The Fed pada 13 Juni mendatang. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersiap memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur tambahan di kantor pusat BI, Jakarta, 30 Mei 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-days repo rate 25 basis poin menjadi 4,75 persen untuk mengantisipasi risiko eksternal terutama kenaikan suku bunga acuan kedua The Fed pada 13 Juni mendatang. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Bank Indonesia atau BI bakal mengelar sejumlah pertemuan dengan Bank Sentral Amerika atau The Federal Reserve (The Fed). Acara ini merupakan salah satu rangkaian dalam Pertemuan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

    BACA: Agustus 2018, BI: Penjualan Eceran Meningkat karena Asian Games

    Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan acara ini merupakan inisiasi BI yang akan membahas kondisi ekonomi global dan juga kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat. Selain itu, dalam acara ini bakal dibahas pula mengenai kondisi ekonomi negara emerging market merespon kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat dari masing-masing negara berkembang.

    "Ini merupakan kegiatan bersama atau join conference antara BI dengan The Fed, khususnya membahas pengaruh kebijakan ekonomi Amerika Serikat terhadap kondisi global," kata Perry saat memberikan penjelasan pada Senin, 8 Oktober 2018.

    Adapun saat ini bank-bank sentral utama di dunia terlihat mulai mengurangi kebijakan yang akomodatif. Pada saat yang sama, operasional bank sentral dalam konteks luas telah pula berevolusi seiring dengan meningkatnya isu-isu baru terkait tatanan institusi yang mendukung perekonomian. Selain itu perkembangan teknologi juga perkembangan perubahan iklim ikut mengubah pandangan para pembuat pengambil kebijakan.

    Dalam acara ini, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo akan menyampaikan pidato dengan tema "Perkembangam Ekonomi Terkini Indonesia." Sedangkan dari The Federal hadir Presiden dan Chief Executive Officer, Federal Reserve Bank of New York, John Williams. Dia rencananya akan membahas mengenai "Perkembangan Terkini Kebijakan Moneter Amerika Serikat."

    Selain Bank Indonesia dan The Fed, hadir pula Gubernur Bank Sentral dari berbagai negara berkembang atau emerging market. Misalnya, Gubernur Bank Sentral Filipina, Gubernur Bank Sentral Afrika Selatan dan Gubernur Bank Sentral Meksiko.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.