Selasa, 23 Oktober 2018

Investor Wait and See, Rupiah Diprediksi Melemah hingga Rp 15.270

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani  rupiah melemah karena imbal hasil obligasi AS atau surat utang negara tenor 10 tahun milik Amerika Serikat yang terus menguat. TEMPO/SUBEKTI

    Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani rupiah melemah karena imbal hasil obligasi AS atau surat utang negara tenor 10 tahun milik Amerika Serikat yang terus menguat. TEMPO/SUBEKTI

    TEMPO CO, Jakarta - Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan rupiah masih akan melemah hari ini. Reny memprediksi rupiah akan berada di kisaran Rp 15.198 - Rp 15.269 per dolar Amerika Serikat.

    Baca juga: Sri Mulyani Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah hinga Rp 15.218

    "Rupiah masih melemah karena investor wait and see terhadap data inflasi AS dan pidato dari beberapa pejabat The Fed minggu ini," kata Reny saat dihubungi Rabu, 10 Oktober 2018.

    Berbeda dengan Reny, Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi rupiah akan menguat hari ini. William memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.100 - Rp 15.270 per dolar AS.

    "Pada perdagangan kemarin rupiah terjaga sekali sepanjang hari, dan munculnya pola bearish engulfing pada chart USDIDR menjadi indikasi penguatan rupiah," kata William.

    Menurut William dari dalam negeri belum ada sentimen baru yang berpotensi mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.233 pada 9 Oktober 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 40 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.193 pada 8 Oktober 2018.

    Sedangkan pada 9 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.309 dan kurs beli Rp 15.157.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.