Jumat, 19 Oktober 2018

IMF Revisi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Jakarta - International Monetery Fund atau IMF merevisi prediksi pertumbuhan ekononomi Indonesia menjadi 5,1 persen pada akhir 2018 setelah sebelumnya pada April diprediksi mencapai 5,3 persen. Revisi turun prediksi pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan revisi prediksi pertumbuhan ekonomi dunia yang juga turun menjadi 3,7 pada akhir tahun 2018 setelah sebelumnya diprediksi mencapai 3,9 persen pada April 2018.

    Kepala Ekonom IMF, Maurice Obstfeld mengatakan meski direvisi, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan kisah sukses yang nyata meski banyak faktor negatif yang mempengaruhi. "Kami lihat pertumbuhan masih akan fairly strong dan ada kesempatan bagi pemerintah Indonesia untuk membawa ke level yang lebih konsisten karena pertumbuhan penduduk," kata dia dalam konferensi pers World Economic Outlook (WEO) di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018.

    Di sela Pertemuan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali hari ini, IMF mengelar konferensi pers mengenai laporan IMF tentang World Economic Outlook edisi Oktober 2018. Dalam paparan itu, IMF menyampaikan bahwa mereka merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 dan 2019. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan tumbuh mencapai 3,7 persen dari sebelumnya 3,9 persen pada April dan Juli 2018 seperti dikutip dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2018.

    Maurice menjelaskan saat ini perekonomian global memang tengah dirundung ketidakpastian akibat dari peningkatan tensi dagang antara Amerika Serikat dan Cina, harga minyak yang tinggi, dan pengetatan keuangan global. Jika dilihat dari salah satu perspektif, dapat dikatakan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Di sisi yang lain, dolar cenderung menguat akibat pengetatan likuiditas disertai dengan peningkatan suku bunga acuan The Federal Reserve.

    Menurut Maurice, pengetatan secara gradual dari suku bunga The Federal Reserve memang telah memberi dampak bagi seluruh negara tak terkecuali bagi Indonesia. Meski rupiah tercatat telah terdepresiasi sebanyak 10 persen, depresiasi dengan perdagangan hanya berkisar pada 4 persen.

    Maurice melanjutkan, Indonesia masih akan berada dalam kondisi perekonomian yang baik karena meningkatnya pendapatan pajak. Terutama dari sektor-sektor pendidikan, infrastruktur, dan juga kebijakan soal jaringan pengamanan sosial atau dalam bentuk bantuan kesehatan maupun bantuan sosial, seperti program bantuan keluarga harapan.

    "Kami ingin Pemerintah Indonesia melihat hal itu, terutama untuk menaikkan human capital," kata Maurice.

    Kemudian, Kepala Ekonom IMF ini juga menuturkan bahwa langkah pemerintah Indonesia untuk membangun infrastruktur adalah langkah yang bijak. Dengan adanya pembangunan infrastruktur diharapkan bisa menarik dana segar maupun portofolio untuk menambah investasi sehingga bisa menguntungkan bagi kondisi perekonomian domestik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.