Senin, 22 Oktober 2018

Rini Soemarno Tawarkan Proyek Infrastruktur US$ 42 M ke Swasta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno usai menghadiri Hari Ulang Tahun Polisi Wanita ke-70 di Monumen Nasional, Jakarta, Senin, 3 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno usai menghadiri Hari Ulang Tahun Polisi Wanita ke-70 di Monumen Nasional, Jakarta, Senin, 3 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Rini Soemarno mengajak private sector atau swasta membiayai pembangunan infrastruktur yang kini tengah dikerjakan sejak hampir 5 tahun ke belakang. 

    Baca juga: Rayuan Rini Soemarno Agar Swasta Ikut Biayai Infrastruktur

    "Dalam acara hari ini, kami mengundang Anda untuk melihat banyak peluang menarik investasi di banyak sektor dan kelas aset. Ada hampir 80 proyek dengan total nilai US$ 42 miliar melibatkan 21 BUMN. Kami menyambut baik Anda untuk berpartisipasi dalam proyek ini," kata Rini dalam acara Indonesia Infrastructure Forum 2018 sebagai salah satu bagian dari Pertemuan IMF-World Bank di Conrad Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018., Selasa.

    Rini melanjutkan, opsi melakukan investasi menjadi menarik karena saat ini kondisi ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang terbaik. Hal itu dibuktikan dengan ekonomi yang masih tumbuh di angka 5 persen, inflasi yang masih rendah, tingkat pengangguran rendah sekaligus memiliki tingkar ease of doing bussines yang baik pula.

    Rini mengatakan meski saat ini indikator ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang positif namun masih mengalami beberapa tantangan. Salah satunya adalah tingkat investasi yang hanya tumbuh di area 3,4 persen. Jumlah ini lebih rendah dari 3 tahun sebelumnya.

    Apalagi, Rini melanjutkan, saat ini pemerintah dan BUMN telah memiliki banyak model skema pembiayaan untuk pembiayaan infrastruktur atau funding mix di berbagai model pembiayaan. Misalnya, seperti surat utang, sindikasi perbankan, dan penawaran umum perdana saham tetap menjadi andalan ke depannya. Akan tetapi, diperlukan skema lain yang lebih inovatif baik instrumen yang bersifat utang maupun ekuitas.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan saat ini pemerintah juga membutuhkan banyak sekali konektivitas ataupun keterhubungan antar wilayah. Hal ini akan bermanfaat terutama bagi penyaluran logistik, pertumbuhan dan juga produktivitas.

    Karena itu untuk mendukung supaya investasi swasta bisa masuk, Sri Mulyani berencana untuk mendesain berbagai instrumen kebijakan yang mendukung. Khususnya supaya bisa mendorong atau memfasilitasi swasta bisa ikut berpartisipasi dengan pembiayaan dalam proyek infrastruktur.

    "Kami akan terus mendesain kebijakan untuk memfasiltiasi supaya private sector bisa berpartisipasi dalam project pembangunan. kami akan buat kebijakan supaya mereka bisa masuk," kata Sri Mulyani dalam acara yang sama dengan Rini Soemarno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.