Wayang Cuklit, Produk Ekonomi Kreatif Bojonegoro Ikut Pameran IMF

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari menampilkan tari Topeng Klana di Paviliun Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin, 8 Oktober 2018. Paviliun Indonesia memamerkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018, mulai pameran seni dan kerajinan, pameran infrastruktur, hingga stan pariwisata Indonesia. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun

    Penari menampilkan tari Topeng Klana di Paviliun Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin, 8 Oktober 2018. Paviliun Indonesia memamerkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018, mulai pameran seni dan kerajinan, pameran infrastruktur, hingga stan pariwisata Indonesia. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun

    TEMPO.CO, Bojonegoro -Puluhan jenis ekonomi kreatif dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ikut pameran di Konferensi Tingkat Tinggi International Monetery Fund atau IMF di Bali, 10-14 Oktober 2018. Produk yang dipamerkan di antaranya kerajinan wayang thengul, wayang krucil, wayang cuklit hingga cangkir kopi dari bambu.

    BACA: IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Jadi 3,7 Persen pada 2018 dan 2019

    Menurut Divisi Pameran dari Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia atau DPC AKURINDO Bojonegoro, Sahri Romdoni, acara ini atas prakarsa AKURINDO Bali. Sebanyak 70 jenis produksi lokal Bojonegoro, telah ikut pameran di Lapangan Renon, Denpasar, mulai Selasa 9 Oktober hingga Minggu 14 Oktober 2018. “Produk lokal Bojonegoro yang kita pamerkan,” ujarnya pada Tempo, Selasa 9 Oktober 2018.

    Sahri Romdoni menyebutkan, produk lokal Bojonegoro ini, tergabung di kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM. Sedangkan produk unggulannya, lebih banyak kerajinan asli daerah. Misalnya, ada kerajinan Wayang Cuklit, yaitu wayang dibuat dari kayu jati dan kemudian dipahat. Tema pahatannya, sama dengan tokoh-tokoh pewayangan. Ada Arjuna, Kresna, Semar, Werkudara dan seterusnya. Tampilan wayang yang dibuat Sudarmoyo di Dusun Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini, peminatnya meningkat, dalam tiga tahun terakhir.

    BACA: Pertemuan IMF, Pemerintah Tawarkan Investasi Proyek Infrastruktur

    Selain itu, ada juga produk kuliner. Yaitu temuan kopi dari biji secang, yang dibuat oleh Mohammad Tawwabur Rokhim di Dusu Bungkal, Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Ini adalah kopi dari tanaman di kebun, yang kemudian dioleh jadi minuman untuk kesehatan. Karena kopi ini bisa menyembuhkan masuk angin, kencing manis dan menghambat kelumpuhan.”Produk kopi secang juga kita pamerkan,” tandas Sahri Romdoni.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bojonegoro Elzadeba Agustina mengatakan, produk ekonomi kreatif yang pameran di forum IMF di Bali, atas prakarsa dan kegiatan mandiri. Misalnya kegiatan yang diprakarsai DPC Akurindo Bojonegoro ini adalah mitra kerja pemerintah. ”Produk ekonomi kreatif kita, memang banyak dipamerkan,” tegasnya pada Tempo Selasa 9 Oktober 2018. Ditambahkan, produk unggulan dari kerajinan kayu jati di Desa Sukorejo, Bojonegoro, juga salah satu yang diminati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.