Selasa, 23 Oktober 2018

Presiden Bank Dunia Akan Hadir di Pertemuan IMF Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) berbincang dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan  saat meninjau pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran, Bali, Kamis, 5 Juli 2018. ANTARA/Wira Suryantala

    Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) berbincang dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan saat meninjau pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran, Bali, Kamis, 5 Juli 2018. ANTARA/Wira Suryantala

    TEMPO.CO, BALI - Hari ini dijadwalkan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim akan hadir dalam gelaran Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali. 

    Baca: Begini Kemewahan Mercedes-Benz E200 di Pertemuan IMF - World Bank

    Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Harian Panitia Nasional (Pannas), Susiwijono Moegiarso kepada Bisnis, Selasa 9 Oktober 2018. "Pagi-pagi [saya] jemput Presiden Kim ke Bandara," terangnya.

    Jim Yong Kim baru datang hari ini setelah Direktur Pelaksana IMF sudah hadir sejak akhir pekan lalu.

    Direncanakan agenda hari ini akan ada pemaparan prakiraan ekonomi dunia (economy outlook), pembiayaan hijau untuk pembangunan berkelanjutan, serta pembiayaan infrastruktur.

    Sementara itu, Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah akan menyuarakan empat isu utama dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali 2018.

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan empat aspek utama ini memang akan lebih banyak disuarakan dan diperjuangkan untuk ekonomi Indonesia.

    Pertama, penguatan koordinasi harmonisasi kebijakan antar negara untuk bersama memulihkan ekonomi global dan mengatasi ketidakpastian global.

    "Agar pertumbuhan ekonomi  dunia tidak hanya didukung AS, tapi negara lain khususnya emerging market," ungkap Perry.

    Pembahasan tersebut termasuk normalisasi kebijakan moneter, kenaikan suku bunga global dan resolusi ketegangan perdagangan di beberapa negara.

    Kedua, penguatan dan perluasan pembiayaan infrastruktur.

    Menurut Perry, selama hampir lima tahun progres infrastruktur Indonesia sangat besar dan cepat
    termasuk yang dipuji banyak negara sehingga ini menjadi isu yang akan diangkat. 

    "Kami memperjuangkan agar pembiayaan infrastruktur tidak hanya dibiayai APBN atau BUMN, tapi juga dibiayai swasta melalui project bond dan instrumen lain," kata Perry.

    Ketiga, Indonesia akan memanfaatkan ekonomi keuangan digital untuk kemajuan ekonomi domestik. Hal ini meliputi solusi keuangan digital bagi pengembangan UMKM, FinTech, serta perluas startup yang lain.

    Keempat, Indonesia akan menyuarakan ekonomi dan keuangan syariah. Pasalnya, ekonomi syariah sudah menjadi  model bisnis global.

    Simak berita tentang IMF hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.