Apindo Usul Diversifikasi Mata Uang untuk Perkuat Rupiah

Reporter

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

TEMPO.CO, Jakarta - Untuk menekan tren pelemahan rupiah, para pelaku bisnis mengusulkan skema terobosan yang akan mengurangi ketergantungan pengusaha terhadap dolar Amerika Serikat dalam kegiatan ekspor impor. Caranya adalah dengan diversifikasi mata uang saat melakukan transaksi internasional.

Baca juga: Rupiah di Pasar Spot Dibuka Melemah di Level Rp 15.194 per USD

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menjelaskan, skema diversifikasi nilai tukar tersebut dilakukan sebagai upaya untuk membantu menekan tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan perhitungan Apindo, apabila rencana tersebut diaplikasikan dengan baik dan disetujui pemerintah, nilai tukar rupiah akan menguat pada kisaran Rp 13.000—Rp 13.500 per dolar AS.

Menurut Hariyadi, penyebab rupiah terus tertekan terhadap dolar AS adalah terlalu besarnya pemintaan domestik terhadap greenback. Di satu sisi, para importir membutuhkan dolar AS untuk membeli barang. Di sisi lain, eksportir yang mendapatkan dolar AS dari penjualnya enggan mengonversikannya ke rupiah dengan berbagai alasan.

“Untuk itu kami mau bikin komitmen, transaksi untuk ekspor dan impor ke negara tujuan ekspor utama kita selain AS—seperti ke Cina, Jepang, Uni Eropa, Australia dan Singapura—akan menggunakan mata uang negara tujuan ekspor. Misalnya, ke Cina ya pakai reminbi atau ke Uni Eropa pakai euro,” tuturnya pekan lalu.

Langkah tersebut, menurutnya, praktis akan mengurangi ketergantungan eksportir dan importir RI terhadap dolar AS. Lagipula, nilai transaksi perdagangan RI dengan AS pada 2017 masih lebih rendah dari Cina, Jepang, Uni Eropa dan Singapura.

Dia menyebutkan, transaksi internasional yang benar-benar harus memakai dolar AS hanyalah dengan Negeri Paman Sam. Selain itu, mata uang lain seperti euro, yen dan yuan telah diakui sebagai mata mata uang global, karena telah masuk dalam daftar keranjang mata uang cadangan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

Berdasarkan data Apindo, pada tahun lalu nilai perdagangan dengan RI dan AS mencapai US$ 28,27 miliar, alias hampir sepertiga dari nilai perdagangan RI dan China pada periode yang sama senilai US$64,33 juta.

“Sebab ekspor dan impor kita ke AS tidak terlalu besar dan tidak melulu ke negara itu. Perdagangan kita ke AS juga tidak sebesar ke Cina, Jepang atau Uni Eropa, jadi ngapain menahan-nahan atau bersikukuh pakai dolar AS,” katanya.

Dia pun meyakini rencana tersebut akan didukung pelaku usaha. Dia percaya, para pebisnis akan mengedepankan nasionalismenya alih-alih bersikukuh dengan egonya. Untuk itu, saat ini Apindo tengah gencar melakukan sosialisasi dan diskusi dengan para pebisnis dan regulator termasuk pemerintah untuk mensukseskan skema tersebut.

Saat dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, otoritas perdagangan mendukung rencana tersebut. Menurutnya, upaya tersebut akan membantu menahan pelemahan rupiah, yang selama ini ditumpukan ke pemerintah. 

BISNIS






Rupiah Ditutup Menguat di Pasar Spot ke Level Rp 15.187

10 jam lalu

Rupiah Ditutup Menguat di Pasar Spot ke Level Rp 15.187

Besok, rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 15.170-15.230.


Rupiah Melemah ke Level 15.200 per USD, Analis Yakin Bakal Berbalik Menguat karena..

16 jam lalu

Rupiah Melemah ke Level 15.200 per USD, Analis Yakin Bakal Berbalik Menguat karena..

Kurs rupiah melemah 7 poin atau 0,05 persen ke level 15.200 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.


Sudah 11 Hari Rupiah di Atas 15.000 per USD, Pengusaha Khawatirkan Beban Harga Pokok Produksi

1 hari lalu

Sudah 11 Hari Rupiah di Atas 15.000 per USD, Pengusaha Khawatirkan Beban Harga Pokok Produksi

Beban harga pokok produksi semakin tinggi setelah nilai tukar rupiah betah di level atas Rp 15.000 per dolar AS selama 11 hari ini.


Rupiah Ditutup Menguat di Level 15.192 per USD, Analis: Ayunan Dolar AS Lebih Rendah

1 hari lalu

Rupiah Ditutup Menguat di Level 15.192 per USD, Analis: Ayunan Dolar AS Lebih Rendah

Rupiah ditutup menguat 55 poin di level Rp 15.192 pada perdagangan sore hari ini, Rabu, 5 Oktober 2022.


Bahlil Paparkan 4 Goncangan Global Ancam Perekonomian Indonesia Sejak 2018

1 hari lalu

Bahlil Paparkan 4 Goncangan Global Ancam Perekonomian Indonesia Sejak 2018

Menteri Bahlil menyatakan sedikitnya ada empat goncangan global yang mengancam perekonomian Indonesia terjadi dalam kurun 2018 hingga 2022.


Rupiah Berhasil Menguat Sore Ini, Sentimen Inflasi RI dan Pengetatan Bank Sentral Eropa

2 hari lalu

Rupiah Berhasil Menguat Sore Ini, Sentimen Inflasi RI dan Pengetatan Bank Sentral Eropa

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada sore ini, Selasa, 4 Oktober 2022.


Terkini Bisnis: Lowongan Kerja Astra International, Freeport Tambah Investasi Hampir Rp 306 Triliun

2 hari lalu

Terkini Bisnis: Lowongan Kerja Astra International, Freeport Tambah Investasi Hampir Rp 306 Triliun

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari lowongan kerja di PT Astra International Tbk. untuk fresh graduate dan profesional.


Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

2 hari lalu

Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi, 4 Oktober 2022, menguat.


Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

3 hari lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

3 hari lalu

Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah.