Dukung Asian Para Games, Grab Siapkan 500 Armada Ramah Disabilitas

Reporter

Beberapa mantan atlet nasional Indonesia yang dilibatkan Grab dalam acara Kiran Obor Asian Games 2018 di Yogyakarta. (Tempo/Muh Syaifullah)

Jakarta - Perusahaan transportasi online Grab Indonesia menyiapkan berbagai program dalam rangka mendukung perhelatan Asian Para Games 2018. Salah satu yang disiapkan adalah layanan Grab Gerak, sebuah layanan ramah disabilitas.

Baca juga: Aturan Ganjil-Genap Kembali Berlaku di Jalan Benyamin Sueb

"Armada ini kami prioritaskan. Ada 500 armada pengemudi dan tersertifikasi untuk melayani penumpang disabilitas," ujar Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar di Lippo Kuningan, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

Perbedaan layanan khusus itu ketimbang layanan reguler terletak pada rancangan kendaraan yang disesuaikan untuk penumpang berkebutuhan khusus. Selain itu, para pengemudi telah dilatih untuk bisa berkomunikasi dan melayani para penumpang berkebutuhan khusus.

"Pelatihannya dilaksanakan selama satu hari, dan para pengemudi akan mendapat sertifikat," kata Mediko.

Selama perhelatan, kata Mediko, akan ada titik jemput dan antar untuk layanan khusus disabilitas itu. Para pengemudi layanan khusus itu juga akan diberi kartu akses khusus masuk ke area pertandingan di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Shelter antar jemput juga disediakan untuk penumpang layanan reguler. Para penumpang juga bisa menikmati potongan harga dengan kode tertentu untuk pergi ke lokasi pertandingan.

"Kami juga menyediakan algoritma untuk mendukung aturan ganjil genap pemerintah, sehingga pengemudi dan penumpang tidak kesulitan," ujar Mediko.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata memprediksikan kenaikan penggunaan aplikasi perusahaannya selama gelaran itu berlangsung. "Tentunya kami melihat dari perhelatan Asian Games 2018, akan ada peningkatan meski tidak sebesar kemarin," ujar dia. Grab Indonesia sebelumnya juga menjadi mitra resmi Asian Games 2018.

Ridzki membidik puluhan ribu pengguna selama Asian Para Games 2018 berlangsung. "Selama ini targetnya untuk atlet yang sedang bertanding, mereka juga ingin bepergian. Juga penonton pertandingan yg ingin hadir ke sana," kata dia.






Zotero Aplikasi Pembuat Daftar Pustaka Yang terakses Bagi Difabel Netra

8 hari lalu

Zotero Aplikasi Pembuat Daftar Pustaka Yang terakses Bagi Difabel Netra

Zotero akan memudahkan difabel netro membuat daftar pustaka setelah aplikasi End Note tidak ramah digunakan untuk penyandang disabilitas penglihatan.


Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

8 hari lalu

Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap tiga tersangka narkoba di Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten.


Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

9 hari lalu

Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

Para pengemudi ojol mengeluhkan kenaikan tarif sejak pekan lalu yang tak dirasakan. Sedangkan potongan komisi atau biaya aplikasi malah kian besar.


Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

10 hari lalu

Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

Keengganan perusahaan aplikator ojol untuk menurunkan biaya komisi dinilai menunjukan sikap yang arogan terhadap aturan pemerintah.


Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

10 hari lalu

Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

Lily Pujiati mengatakan hingga saat ini aplikator ojek online atau ojol masih memberlakukan potongan atau biaya komisi sebanyak 20 sampai 30 persen.


Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

10 hari lalu

Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

Klaim aplikator ojol soal biaya potongan komisi digunakan untuk memberikan program yang berdampak langsung pada pengemudi sontak menuai respons keras.


Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

15 hari lalu

Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

Beberapa aplikator merespons keluhan pengemudi ojek online soal potongan 15 persen yang dilanggar oleh perusahaan aplikasi seperti Maxim, Gojek, dan Grab Indonesia.


Tarif Ojol Naik, Pengemudi Ojol Curhat: Pendapatan Turun 50 Persen, Aplikator Potong 20 Persen Lebih

15 hari lalu

Tarif Ojol Naik, Pengemudi Ojol Curhat: Pendapatan Turun 50 Persen, Aplikator Potong 20 Persen Lebih

Hingga kini ternyata masih banyak pengemudi ojol yang mengeluhkan aplikator yang memotong komisi lebih dari 15 persen.


Ini Jawaban Grab Indonesia Soal Keluhan Potongan Tarif Ojol Lebih dari 15 Persen

15 hari lalu

Ini Jawaban Grab Indonesia Soal Keluhan Potongan Tarif Ojol Lebih dari 15 Persen

Director of Central Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy menanggapi keluhan pengemudi ojek online atau ojol soal potongan tarif oleh aplikator lebih dari 15 persen.


Bantu Jaga Pendapatan Pengemudi dan Penghematan Konsumen, Grab Imbangi Kenaikan Tarif dengan Layanan Baru serta Promo Ekonomis

15 hari lalu

Bantu Jaga Pendapatan Pengemudi dan Penghematan Konsumen, Grab Imbangi Kenaikan Tarif dengan Layanan Baru serta Promo Ekonomis

Sebagai bagian dari upaya untuk terus membantu menjaga pendapatan mitra pengemudinya, Grab melakukan penyesuaian tarif untuk layanan transportasi