Namanya Disebut-sebut, SBY Akhirnya Tanggapi soal IMF-World Bank

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor DPP Partai Demokrat, untuk memantau quick count Pilkada, di Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ikut berkomentar mengenai penyelenggaraan Pertemuan IMF - World Bank yang digelar di Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018. Komentar tersebut disampaikan SBY melalui sejumlah cuitan di akun twitter @SBYudhoyono.

Baca: Merasa Dikritik Jokowi, Begini Cuitan SBY

Ketua Umum Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa Pertemuan IMF - World Bank 2018 tidak bisa ditunda lagi. "Jika dikaitkan dengan bencana, mungkin persiapan & perencanaan pertemuan ini sudah matang, sehingga tak bisa ditunda lagi," kata SBY seperti dikutip dalam cuitan akun Twitter miliknya, Senin, 8 Oktober 2018.

Sebelumnya, netizen di media sosial ramai memperdebatkan mengenai penyelenggaraan Pertemuan IMF-World Bank 2018 yang dinilai sebagai pemborosan. Selain itu, pertemuan tersebut juga ramai dibicarakan karena dinilai tak memperhatikan kondisi Indonesia yang tengah mengalami bencana. Beberapa pihak bahkan meminta dana penyelenggaraan Pertemuan IMF digunakan untuk penanggulangan bencana.

Nama SBY juga kembali ramai diperbincangkan oleh kalangan netizen karena mantan menteri keuangan Chatib Basri sebelumnya menyebutkan nama mantan presiden itu dalam kultwitya tentang pertemuan IMF - World Bank ini pada Ahad lalu. Chatib menyebutkan pemerintah SBY bersama Bank Indonesia mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan IMF -  World Bank pada September 2014.

"Ya benar, bersama Bank Indonesia, pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan September 2014. Prosesnya tidak mudah, bersaing dengan negara-negara lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Oktober 2015, kalau saya tidak salah," kata Chatib Basri dalam akun Twitter @ChatibBasri, Ahad, 7 Oktober 2018.

Chatib mengatakan di Asia baru Filipina, Singapura, Thailand dan Indonesia yang menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-World Bank. Menurut dia, proses menjadi tuan rumah tidak mudah, lantaran diseleksi dan dilihat kemampuannya.

Adapun Wakil Sekretaris Partai Demokrat Andi Arief menyatakan SBY tidak dalam posisi ikut campur dalam pertemuan IMF - World Bank tersebut. "Keputusan melanjutkan atau membatalkan atau mengurangi penghamburan uang dan mempertajam rasa kemanusiaan karena bencana ada pada Pak Jokowi. Pak SBY bukan Presiden saat ini," cuitnya seperti dikutip dari Twitter-nya @AndiArief_.

Pernyataan tersebut berkembang menjadi viral karena dikomentari oleh 289 netizen dan di-retweet sebanyak 284 kali. Selain itu pernyataan itu mendapat klik like oleh 925 netizen.  

Lebih jauh, SBY berpendapat adanya pihak yang pro maupun kontra terhadap penyelenggaraan perhelatan akbar itu sangat bisa dimaklumi. Pihak yang menolak, misalnya, karena melihat pertemuan besar ini tak tepat dilaksanakan ketika Indonesia tengah alami bencana.

Selain itu penolakan terjadi karena biaya penyelenggaraan acara terlalu besar dan dianggap sebagai pemborosan. "Tidak berempati. Apalagi saat ini ekonomi Indonesia tengah hadapi tekanan fiskal," kata SBY.

Karena itu, SBY mengusulkan untuk menjadikan pertemuan ini sebagai wahana dan forum solidaritas, termasuk mengelar fundraising guna membantu rakyat yang terkena bencana. "Selain itu, acara yang dinilai tak sensitif terhadap duka (bencana), bisa dibatalkan atau dikurangi. Hal begitu biasa dalam perhelatan internasional," ucap SBY. 

Baca: SBY Klaim Lebih Berhasil Turunkan Kemiskinan Dibanding Jokowi

Dalam kultwtinya, SBY menyampaikan bahwa Pertemuan IMF-World Bank bisa memberikan manfaat dan peluang bagi Indonesia sebagai anggota G-20 baik langsung atau tak langsung maupun jangka pendek atau jangka panjang. "Semoga IMF-World Bank Annual Meeting yg diselenggarakan di Bali th 2018 ini dapat mencapai tujuan & sasaran yang diharapkan," kata dia.






Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

1 hari lalu

Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan memutuskan mencabut izin pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Ia mengeluarkan peraturan gubernur.


PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

3 hari lalu

PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

Viral video Puan Maharani bagi-bagi kaos di Bekasi dengan wajah cemberut. PDIP memberikan klarifikasi apa yang terjadi saat itu.


Siapa Pemilik Es Teh Indonesia yang Viral?

3 hari lalu

Siapa Pemilik Es Teh Indonesia yang Viral?

Es Teh Indonesia pertama kali membuka gerainya di bilangan Jakarta Selatan. Es Teh Indonesia dikenal dengan produk-produk minuman berbahan dasar es teh.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

3 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

3 hari lalu

Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi Koordinator Pelaksana di Dewan Pengarah Nasional SDGs 2024. Ini profil politik dan bisnisnya.


Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

6 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

6 hari lalu

PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

Pengamat menilai alasan PDIP menganggap Pemilu 2009 diwarnai kecurangan cukup kuat.


Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

7 hari lalu

Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

Partai Demokrat dan Partai NasDem menyatakan peluang koalisi mereka segera terbentuk cukup besar.


Mengenal Intan Lembata Bunting, Pencetus Lagu Rehan yang Viral

8 hari lalu

Mengenal Intan Lembata Bunting, Pencetus Lagu Rehan yang Viral

Intan Lembata Bunting mendadak viral setelah menyanyikan lagu Begitu Sulit Lupakan Rehan yang terinspirasi dari lagu dari The Junas.


Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

8 hari lalu

Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

Mengapa Suciwati kecewa cara penyelesaikan kasus pembunuhan Munir dan pelanggaran HAM berat lain di era Jokowi?