Dirut BEI: Pertemuan IMF - World Bank, Saat Menjual Potensi RI

Pengunjung berfoto di dekat peta Indonesia yang terpajang di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin 8 Oktober 2018. Paviliun Indonesia memamerkan kebudayaan Indonesia kepada seluruh peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan pertemuan tahunan IMF - World Bank di Bali merupakan kesempatan untuk memperlihatkan bahwa ekonomi Indonesia cukup kuat. Menurut Inarno, Indonesia akan semakin dilihat dunia karena pada saat sekarang bisa menghadirkan 189 partisipan dari berbagai negara.

Baca juga: 7 Fakta tentang Pertemuan IMF - World Bank 2018

"Jadi saya pikir ini adalah saat-saat kita untuk menjual potensi kita baik untuk travelling, maupun lainnya," kata Inarno di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin, 8 Oktober 2018.

Pertemuan tahunan IMF - World Bank akan digelar di Bali pada 8-14 Oktober 2018. Acara itu akan dihadiri otoritas keuangan dari 189 negara dan pihak nonpemerintah lainnya.

Nantinya, sejumlah acara akan diadakan selama kurang lebih satu minggu pelaksanaan. Dikutip dari laman resmi www.am2018bali.go.id, acara dibagi dalam tiga bagian besar yaitu pertemuan tahunan, acara dari tuan rumah yaitu Indonesia, dan acara tambahan lainnya.

Pertama yaitu pertemuan tahunan yang merupakan agenda inti dari keseluruhan acara. Dalam pertemuan ini, akan diadakan Annual Meeting Plenary atau rapat pleno oleh sejumlah pejabat negara yang dipimpin Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

Acara akan dibuka Presiden Joko Widodo. Nantinya dalam rapat pleno ini, sejumlah isu akan dibahas mulai dari perkembangan ekonomi dan keuangan global, pengurangan kemiskinan, hingga pembangunan ekonomi internasional.

Selanjutnya yaitu rapat Development Committee yang akan membahas kebijakan operasional dan teknis dari kesepakatan yang diambil. Menteri Keuangan Sri Mulyani akan memimpin rapat komite yang bakal diikuti 25 orang dari menteri keuangan dan menteri ekonomi sejumlah negara.

Terakhir adalah rapat International Monetary and Financial Commitee (IMFC). Rapat IMFC ini beranggotakan sebanyak 24 komponen dari bank sentral, kementerian, dan institusi terkait dari masing-masing negara. 24 komponen ini mewakili sebanyak 189 anggota IMF dan Bank Dunia saat ini.

Kedua, yaitu acara dari tuan rumah yang akan diisi sejumlah kegiatan promosi wisata dan kebudayaan. Di antaranya taitu Indonesian Food Festival , Indonesia Cultural Performace and Arts and Craft, Indonesia Pavilion, Indonesia Cultural Terrace, hingga Parade Kebudayaan Bali.

Ketiga yaitu acara tambahan yang adakan paralel dengan ajang IMF - World Bank 2018 ini. Acara yang diadakan diskusi dengan tema yang lebih spesifik seperti Indonesia CSO Summit yang membahas ekonomi digital, industri pariwisata, hingga infrastruktur publik. Seluruh agenda lengkap dari registrasi acara bisa dilakukan melalui laman resmi tersebut.

FAJAR PEBRIANTO






Suspensi, Penghentian Sementara Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia

8 menit lalu

Suspensi, Penghentian Sementara Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia

Suspensi berdasarkan permintaan dari anggota bursa sendiri, dapat dilakukan dengan ketentuan bahwa permohonan yang diajukan selambatnya 20 hari bursa.


OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

18 hari lalu

OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan regulasi terbaru yang secara khusus mengatur tentang pemecahan saham (stock split) dan penggabungan saham.


Lima Perusahaan yang Terancam Delisting dari Bursa Efek Indonesia

19 hari lalu

Lima Perusahaan yang Terancam Delisting dari Bursa Efek Indonesia

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang terancam delisting telah disuspensi selama 6 bulan dengan masa suspensi 24 bulan pada 16 Juli 2023.


OJK: 332 Emiten Catatkan Kenaikan Laba hingga 50,49 Persen Semester I 2022

22 hari lalu

OJK: 332 Emiten Catatkan Kenaikan Laba hingga 50,49 Persen Semester I 2022

OJK mencatat dana di pasar modal yang terhimpun hingga 31 Agustus 2022 mencapai Rp 1.168,75 triliun.


Sritex Terima Salinan Putusan MA Usai Lolos PKPU, Saham SRIL Segera Diperdagangkan Lagi?

28 hari lalu

Sritex Terima Salinan Putusan MA Usai Lolos PKPU, Saham SRIL Segera Diperdagangkan Lagi?

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex menyatakan telah menerima salinan putusan MA. Sinyal saham SRIL bakal segera diperdagangkan lagi?


Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

30 hari lalu

Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

Bursa Efek Indonesia merupakan bursa efek tertua yang didirikan sejak zaman kolonial sebagai penunjang keberadaan VOC.


Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

50 hari lalu

Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

Dividen tunai dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Jenis ini pula yang paling banyak digunakan.


Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

52 hari lalu

Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

Rovandi menanggapi harga saham pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) yang terbang hingga ARA.


IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

53 hari lalu

IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

Telkom Indonesia (TLKM) menjadi saham penggerak terkuat IHSG pada sesi perdagangan hari ini dengan sumbangan 8,88 poin.


Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA

53 hari lalu

Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA

Emiten saham tersebut adalah pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).