Minggu, 16 Desember 2018

7 Fakta tentang Pertemuan IMF - World Bank 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018. am2018bali.go.id

    Logo Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018. am2018bali.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Rangkaian acara rapat tahunan IMF - World Bank dimulai hari ini, Senin, 8 Oktober 2018. Acara yang berpusat di kawasan Nusa Dua, Bali, itu bakal berlangsung selama hampir sepekan hingga 14 Oktober 2018.

    Tempo mencatat setidaknya ada tujuh fakta dan data dari pergelaran yang melibatkan 189 negara itu.

    1. Pertemuan Bidang Ekonomi Terbesar.

    Sidang tahunan IMF - World Bank menjadi forum pertemuan terbesar di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan di tingkat global. Sidang ini bakal mempertemukan pihak pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, dari 189 negara, dengan pihak non pemerintah yang menguasai sektor keuangan dan ekonomi dunia.

    Karena itu, setiap tiga tahun sekali, negara-negara di dunia bersaing untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar itu. Pertemuan itu dinilai berpotensi memberi manfaat yang sangat besar bagi perekonomian negara tuan rumah, baik untuk mempromosikan destinasi investasi, wisata, pusat penyelenggaraan pergelaran internasional, juga untuk menunjukkan kemajuan dan stabilitas perekonomian dalam negeri.

    2. Indonesia Kalahkan Senegal dan Mesir.

    Proses penetapan Indonesia sebagai tuan rumah sidang IMF - World Bank dimulai dengan pengajuan minat dan penyerahan proposal oleh pemerintah mulai September 2014. Tahapan itu bersamaan dengan bidding dan penilaian oleh IMF dan Bank Dunia yang berlangsung hingga April 2015.

    Proses penilaian itu menghasilkan daftar pendek negara kanidat tuan rumah penyelenggaraan pertemuan rutin IMF - World Bank, yakni Indonesia, Mesir dan Senegal. Indonesia diumumkan sebagai pemenang bidding pada perhelatan sidang tahunan di Peru pada Oktober 2015.

    3. Jumlah Peserta Tembus 34 Ribu Orang.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jumlah peserta yang datang terus meningkat setidaknya 34 ribu orang. "Peserta sudah lebih dari 34 ribu, kita perkirakan tadinya hanya 19 ribu,” kata Luhut pada tanggal 6 Oktober 2018.

    Sebagai rincian, berdasarkan data tanggal 6 Oktober 2018 pukul 17.55 WITA, tercatat  13.664 orang mendaftar melalui jalur Meeting Team Secretariat (MTS) dari pihak IMF - World Bank. Sedangkan pendaftar dari jalur Indonesia Planning Team sebanyak 20.556 orang berdasarkan data di hari yang sama pukul 14.10. Sehingga total terdapat 34.220 orang peserta.

    4. Hotel-hotel Berubah jadi Kantor.

    Tuan rumah sidang tahunan bertanggung jawab menyediakan berbagai fasilitas seperti hotel, venues, hingga kantor delegasi. "Dapat dibayangkan dengan jumlah pertemuan dan delegasi yang begitu besar, maka pemenuhan kebutuhan logistik dan kompleksitas pelayanan pertemuan menjadi sangat besar," Ketua Panitia Harian Sidang Tahunan Susiwijono.

    Susiwijono mengatakan Hotel Bali Nusa Dua, Hotel Westin, dan Hotel Grand Whiz yang merupakan lokasi utama pertemuan akan ditutup selama sebulan mulai pertengahan September 2018 dan mengubah kamar di hotel tersebut menjadi 650 kantor dan meeting function bagi para delegasi selama perhelatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".