Selasa, 23 Oktober 2018

Gempa Palu, Industri Asuransi Umum Diprediksi Merugi Rp 680 M

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Saat tsunami terjadi, arus gelombang tsunami yang deras membuat kubah hijau masjid ini miring dan roboh hingga menimpa bangunan di bawahnya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Saat tsunami terjadi, arus gelombang tsunami yang deras membuat kubah hijau masjid ini miring dan roboh hingga menimpa bangunan di bawahnya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe memperkirakan nilai kerugian industri asuransi umum akibat gempa Palu dan tsunami mencapai Rp 680 miliar. Angka ini 4 kali lebih besar dari perkiraan atas sesi klaim Maipark sebesar Rp 170 miliar. 

    Baca: Antrean BBM di SPBU Sudah Normal Pasca Gempa Palu

    Meski begitu, Dody menyebutkan, angka pasti soal kerugian industri asuransi umum baru bisa dirilis setelah AAUI mendapat hasil survei kuesioner yang diedarkan ke semua anggota asosiasi pekan lalu. Ia menyebutkan data Maipark pasti lebih akurat kalau berdasarkan laporan sesi klaim.

    Pasalnya, kata Dody, Maipark menggunakan modelling berdasarkan statistik dan proteksi untuk menghitung prediksi klaim, sehingga diketahui Rp 170 miliar atas sesi klaim Maipark. "Karena sesi perusahaan asuransi ke Maipark adalah 25 persen dari nilai total  pertanggungan, maka kerugian 100 persen dari modelling Maipark diperkirakan sekitar 4 kalinya," katanya, Ahad, 7 Oktober 2018.

    Seperti diketahui, penanggung yang menawarkan proteksi gempa bumi menyisihkan 25 persen sesi wajib gempa bumi kepada PT Reasuransi Maipark Indonesia. Hal ini sejalan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengoptimalkan kapasitas reasuransi dalam negeri sebagaimana tertuang dalam POJK No.14/2015 tentang Retensi Sendiri dan Dukungan Reasuransi Dalam Negeri. 

    Sebelumnya, PT Reasuransi Maipark Indonesia memperkirakan klaim sementara akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala mencapai Rp 170 miliar. Perkiraan ini dengan memperhitungkan 3 hal. Pertama, nilai harta benda yang diasuransikan di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi senilai Rp 2,29 triliun.

    Baca: Selain FPI, Ini Daftar Hoax Gempa Palu Donggala Versi Kominfo

    Kedua, jumlah bangunan yang berisiko dijamin sebanyak 753 unit seperti mal, ruko, hingga rumah penduduk. Ketiga, karena intensitas dan bencana gempa Palu, di mana terjadi gempa, tsunami, dan likuifaksi secara beruntun. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.