Selasa, 23 Oktober 2018

Gempa Palu, ESDM Cari Titik-titik Pemboran Air Bersih

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara menunjukkan kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Kondisi masjid rusak parah, air bah dari tsunami sempat menenggelamkan bangunan masjid setinggi sekitar 2 meter. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Foto udara menunjukkan kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Kondisi masjid rusak parah, air bah dari tsunami sempat menenggelamkan bangunan masjid setinggi sekitar 2 meter. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan pemulihan tersedianya sarana air bersih di wilayah terdampak gempa Palu, Donggala dan sekitarnya. Pemetaan dampak gempa bumi juga dimaksimalkan dengan mendatangkan tim tambahan dari Bandung.

    Baca: Gempa Palu, Pertamina Lakukan Operasi Pasar Elpiji di 12 Titik

    Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan bahwa Badan Geologi saat ini terus mencari titik-titik pemboran sumur untuk penyediaan air bersih dengan prioritas di rumah sakit dan posko-posko pengungsian.

    "Hingga pukul 8 pagi ini, Badan Geologi melanjutkan pemboran di Rumah Sakit Wirabuana dan pemasangan tandon air. Sementara di Rumah Sakit Lapangan Bulan Sabit Indonesia di Bundaran Biromaru, dimulai pemasangan pompa setrifugal, tandon air, jaringan air dan kran di sumur gali muka air tanah dangkal," ujar Agung dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Pemboran juga akan di lakukan di Posko Pengungsian Desa Panauk, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. Di wilayah ini terdapat 1.268 jiwa. Muka air tanah di wilayah ini lebih dari 7 meter, untuk pemboran kedalamannya sekitar 20 hingga 30 meter. "Hari ini, Badan Geologi akan terus melakukan survei calon lokasi sumur bor sekaligus mendatangkan tukang bor tambahan," kata Agung.

    Sementara di Donggala, Sudah ada air bersih di beberapa Posko di Donggala dan sekitarnya. Namun ada beberapa posko yang masih belum mencukupi dan membutuhkan Genset. Agung mengatakan di Donggala bagian barat, air sudah mencukupi dan ada sumur bantuan dari Badan Geologi.

    Kegiatan pemboran hari ini juga, kata Agung, dilakukan di Posko Pengungsian Kelurahan Kabonga Besar, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Di wilayah ini terdapat 135 Kepala Keluarga dengan 582 Jiwa. Di samping itu, Agung mengungkapkan bahwa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga terus melanjutkan pemetakan daerah dekat episenter di wilayah Pantoloan dan Tompe.

    Baca: Selain FPI, Ini Daftar Hoax Gempa Palu Donggala Versi Kominfo

    "Tim tanggap darurat gempa bumi tahap kedua dan tim tanggap darurat gerakan tanah sudah berangkat dari Bandung menuju Makasar, kemudian akan menuju Palu pada pagi ini," ujar Agung.

    Simak berita lainnya terkait gempa Palu hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.