Selasa, 23 Oktober 2018

Tim Prabowo Kritik Pertemuan IMF - World Bank, Ini Respons Luhut

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Agung menjelang pertemuan IMF-World Bank 2018, di Karangasem, Bali, Desember 2017. ANTARA FOTO

    Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Agung menjelang pertemuan IMF-World Bank 2018, di Karangasem, Bali, Desember 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF - World Bank di Bali tidak membuat pemerintah abai menangani bencana di Sulawesi Tengah. Hal itu di antaranya merespons tudingan tim calon presiden Prabowo Subianto bahwa perhelatan tersebut tak mencerminkan keprihatinan saat masyarakat tengah berduka akibat bencana di berbagai daerah.

    Baca: Prabowo Minta Pertemuan IMF Ditunda, Kepala Bappenas: Jalan Terus

    Luhut menjelaskan, pemerintah sangat memperhatikan dan berupaya semaksimal mungkin melakukan aksi tanggap bencana. Oleh karena itu pula ia mengajak delegasi IMF - World Bank turut bertolak ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk ikut melihat upaya pemulihan di Palu dan Donggala usai diterpa bencana gempa bumi dan tsunami. 

    Kemarin Luhut mengajak rombongan Secretary of the Fund and the International Monetary and Financial Committee IMF Jianhai Lin untuk bertolak dari Bali menuju Palu Sulawesi Tengah. "Saya dengan Mr Jianhai datang untuk melihat dan kami bersama-sama membantu berikan sumbangan kepada pengungsi," kata Menko Luhut dalam perjalanan meninggalkan Palu dengan pesawat Hercules A-1341 milik TNI-AU, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Empat lokasi di Palu yang dikunjungi adalah RSU Anutapura Palu, Perumnas Balaroa, Pegunungan Gawalise, dan Posko Bantuan di kantor Detasemen TNI-AU Mutiara Palu. Luhut menyebutkan pada umumnya para delegasi menyatakan keinginannya untuk ikut kunjungan ke daerah pasca bencana itu. 

    "Kebetulan mereka sendiri mau. Hanya tadinya mereka 'tidak tahu caranya bagaimana," ujar Luhut. Hal ini terbukti dengan hadirnya juga Country Director World Bank untuk Indonesia Rodrigo Chaves di Palu bersama rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menkopolhukam Wiranto di hari yang sama.

    Jumlah pengungsi di posko pengungsi Pegunungan Gawalise Kelurahan Duyu dilaporkan sebanyak 2.843 kepala keluarga, sedangkan di Posko Bantuan TNI-AU terdapat 577 jiwa. Adapun total bantuan yang diserahkan dalam tahap satu yakni 20 ton beras, 5.000 bungkus biskuit, 100.000 bungkus mie instan. Bantuan selanjutnya sedang dalam proses pengiriman dengan menggunakan kapal Baruna Jaya milik BPPT pada 3 Oktober lalu.

    Selain bantuan pangan, warga pengungsi juga mengharapkan bantuan berupa fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Menanggapi hal tersebut Luhut menyatakan bakal mengupayakan untuk meminta partisipasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menyediakan alat bor sumur untuk disumbangkan dan dukungan Detasemen Zeni Bangunan TNI (Denzibang) untuk instalasinya. "Kami sedang usahakan tiga sumur bor di tiga titik yang mereka minta," katanya.

    Koordinator Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pertemuan tahunan IMF - World Bank memprihatinkan dan memalukan. Alasannya, pertemuan itu diselenggarakan pemerintah Indonesia saat masyarakatnya tengah berduka akibat bencana di berbagai daerah.

    "Kenduri mewah ini sangat memprihatinkan bagi koalisi dan memalukan. Kenapa? Karena di tengah bencana justru kemudian kita berpesta pora di Bali," kata Dahnil di kediaman Prabowo pada Jumat, 5 Oktober 2018.

    Baca: Visi Misi Prabowo - Sandiaga: Tak Alergi soal Utang Pemerintah

    Dahnil mengatakan anggaran yang kurang lebih mencapai Rp 1 triliun untuk pertemuan ini dinilai terlalu besar. Menurut dia, anggaran yang dikeluarkan pemerintah Indonesia lebih besar daripada anggaran yang dikeluarkan negara-negara lainnya untuk acara yang sama."Tidak elok tentunya bagi masyarakat yang sedang berkesusahan di daerah-daerah bencana. Pun demikian dengan masyarakat yang sekarang sedang kesusahan secara ekonomi," kata Dahnil.

    ANTARA | RYAN DWIKI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.