Senin, 17 Desember 2018

Ini Cara Menyiasati Cicilan KPR agar Lebih Ringan dan Cepat Lunas

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sales menjelaskan pada pengunjung promo perumahan yang dipamerkan dalam acara Indonesia Property Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 11 Februari 2018. Sekitar 40 persen pembelian rumah ditawarkan dalam skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, sementara 60 persen sisanya KPR nonsubsidi. TEMPO/Fajar Januarta

    Sales menjelaskan pada pengunjung promo perumahan yang dipamerkan dalam acara Indonesia Property Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 11 Februari 2018. Sekitar 40 persen pembelian rumah ditawarkan dalam skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, sementara 60 persen sisanya KPR nonsubsidi. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa disiasati agar pembayarannya menjadi lebih ringan atau lebih cepat lunas. Salah satunya dengan menggunakan dana segar tambahan seperti bonus. Perencana keuangan OneShildt M. Andoko mengatakan bonus dapat digunakan untuk mempercepat pelunasan sebagian utang KPR, maka pokok utang akan berkurang.

    Simak: 5 Bank Tawarkan Bunga KPR Rendah 

    Ini adalah metode standar, yaitu mengurangi pokok kredit sehingga berimplikasi pada porsi bunga yang harus dibayarkan setiap bulan. Beban cicilan KPR dapat diatasi dengan mengurangi sisa pokok.

    “Tujuannya mengurangi utang pokok sehingga memperkecil cicilan angsuran,” kata Andoko seperti dilansir Bisnis.com, Sabtu 6 Oktober 2018.

    Selain itu, lanjutnya, setiap tahun seorang pekerja memiliki kenaikan gaji. Hal tersebut juga dapat dialokasikan untuk memperbesar cicilan.  

    “Setiap beberapa tahun sekali kita bisa minta bank untuk memperbesar cicilan. Mungkin bisa juga tidak setiap tahunnya, misalnya per 3 atau 5 tahun sehingga jangka waktu bisa turun,” paparnya.

    Strategi lain adalah pindah ke bank lain yang menawarkan bunga KPR yang lebih kecil, atau biasanya disebut dengan take over. Ketika melakukan take over anda dapat menghitung ulang komposisi angsuran sesuai dengan kemampuan untuk lebih meringankan, sehingga dapat mempercepat pelunasan KPR. Kendati begitu, yang harus diperhitungkan saat melakukan take over adalah biaya tambahan atau penalti, misalnya 1% dari sisa pokok.

    Menurutnya, kombinasi cara pertama dengan cara kedua dapat dilakukan. Artinya, setelah anda mengalihkan cicilan ke bank lain, Anda dapat menambah alokasi dana untuk cicilan. Sehingga, anda dapat memperoleh keuntungan ganda, yaitu masa kredit lebih cepat dan beban bunga lebih.

    “Memungkinkan saja kombinasi, tapi tetap harus diperhitungkan lagi ya, takutnya harusnya untung malah rugi karena harus bayar lebih banyak,” jelasnya.

    Jadi dapat disimpulkan, keputusan untuk melunasi KPR dengan lebih cepat tetap harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian. Jangan semata-mata mengejar lunas, perhitungkan keseluruhan dengan matang dan cermat. Seperti mengetahui waktu yang tepat untuk melunasi KPR.

    “Lebih bagus lagi kalau ditarik persent value-nya. Jadi misalnya perlu pindah bank berapa nilai uangnya setelah 10 tahun mendatang. Itu akan lebih bagus,” tambahnya.

    Setali tiga uang, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Ivan Jaya menambahkan apabila ingin mempercepat pelunasan cicilan KPR ini, nasabah dapat mengumpulkan dananya dari pemasukan yang tidak mengganggu cash flow bulanan. Misalnya, sekitar 20%-30% dari tunjangan hari raya (THR) atau bonus.

    Dia mengatakan pelunasan KPR yang dipercepat merupakan pilihan nasabah sepenuhnya, sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan nasabah. Namun, ada beberapa bank yang menerapkan penalti jika nasabah mempercepat pelunasan cicilan KPR. Dia melanjutkan di beberapa bank memiliki ketentuan biaya penalti untuk percepatan pelunasan KPR sebesar 1%.

    “Namun. ada juga bank yang memberikan kebebasan untuk memperpendek jangka waktu kredit dan bebas meringankan angsuran bulanan tanpa dikenakan biaya penalti,” kata Ivan.

    Berikut adalah ilustrasi cara menggunakan dana segar untuk mengurangi besaran KPR.

    Nasabah akad kredit KPR sebesar Rp1 miliar untuk jangka waktu kredit 10 tahun, dimulai pada bulan Januari 2015. Angsuran per bulan kira-kira sebesar Rp13,5 juta.

    Pada bulan Januari 2018 (atau kredit telah berjalan 3 tahun), sisa pokok utang adalah Rp800 juta. Nasabah memiliki dana lebih dan melakukan pelunasan dipercepat sebagian sebesar Rp200 juta (sisa pokok hutang menjadi Rp 600 juta).

    Dengan dilakukannya pelunasan di luar jadwal angsuran KPR (pelunasan sebagian) ini, untuk sisa pokok utang yang ada nasabah dapat memilih antara lain:

    • Memperpendek sisa jangka waktu kredit dengan angsuran bulanan tetap Rp13,5 juta, atau
    • Sisa jangka waktu kredit tetap 7 tahun dengan angsuran bulanan yang lebih kecil/ringan.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".