Selasa, 23 Oktober 2018

BI: Turun Jadi USD 114,8 M, Cadangan Devisa di Atas Standar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Departemen Komunikasi Junanto Herdiawan mengatakan cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2018 turun dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 114,8 miliar. Adapun cadangan devisa pada Agustus 2018 sebesar US$ 117,9 miliar.

    Baca juga: Sejak Awal 2018, Cadangan Devisa Anjlok USD 14,08 Miliar

    "Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Junanto dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Oktobet 2018.

    Junanto mengatakan BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Menurut Junanto, penurunan cadangan devisa pada September 2018 terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

    "Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," ujar Junanto.

    Adapun menurut data BI, cadangan devisa tercatat terus tergerus. Sejak empat bulan terakhir, dari Mei hingga Juli cadangan devisa telah turun sebanyak US$ 4 miliar. Pada Mei 2018, posisi cadangan devisa berada pada angka US$ 122,9 miliar lalu pada Juli 2018 turun menjadi US$ 118,8 miliar.

    Pada Agustus 2018 posisi cadangan devisa mencapai US$ 117,9 miliar dan September turun lagi menjadi US$ 114,8 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.