Selasa, 23 Oktober 2018

Kementerian Perdagangan: Ekspor Jasa Seharusnya Tak Kena PPN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi animasi. freepik.com

    Ilustrasi animasi. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan menilai ekspor sektor jasa seharusnya tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

    Baca juga: Kemenkeu Siap Bebaskan PPN Enam Jenis Ekspor Jasa

    "Dapat diturunkan menjadi nol persen," kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Marolop Nainggolan di Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Selayaknya, lanjut Marolop, ekspor jasa disamakan dengan ekspor produk yang tidak dikenakan PPN.

    Untuk itu, Kemendag menyampaikan masukan tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait agar hal tersebut dapat diwujudkan.

    "Menyampaikan masukan dan berkoordinasi dg K/L terkait agar kebijakan pengenaan PPN 10 persen dapat dihapuskan," ungkapnya.

    Kendati belum menghitung peningkatan ekspor jasa apabila PPN dihapuskan, Marolop menyampaikan beberapa sektor jasa yang potensial ekspor di antaranya animasi, ekonomi kreatif, dan desain khususnya arsitek.

    "Saya belum bisa memberikan angka pasti, namun potensi ekspor jasa kita cukup besar di animasi, ekonomi kreatif, desain (arsitek), tidak kompetitif karena penerapan PPN," ujarnya.

    Ekspor jasa dinilai menjadi salah satu potensi pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan eksternal, salah satunya kecamuk perang perdagangan antara AS dan Cina. Pada 2017, sektor jasa tumbuh 5,69 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional 5,07 persen dan sektor lainnya - manufaktur 4,95 persen dan agrikultur 2,59 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.