Selasa, 11 Desember 2018

Jonan Pastikan Pekan Depan Listrik di Palu dan Donggala Pulih

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku tak kesulitan mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) online sendiri usai mengisi SPT online di kantornya, 6 Maret 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku tak kesulitan mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) online sendiri usai mengisi SPT online di kantornya, 6 Maret 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan layanan listrik di Palu dan Donggala akan segera pulih pada pekan depan. 

    Baca: Menteri Jonan Evaluasi Konsumsi Premium

    "Saya pastikan minggu depan sistem kelistrikan akan segera pulih minimal 90%," kata Jonan di sela-sela kunjungannya ke lokasi gempa di Palu Sulawesi Tengah, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat 5 Oktober 2018.

    Saat ini, layanan listrik sudah bisa dipergunakan untuk fasilitas dan sarana publik. Setidaknya, 5 dari 7 Gardu Induk yang mencakup Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong sudah beroperasi dan 28 dari 45 sistem distribusi/penyulang juga sudah beroperasi.

    "Jadi layanan listrik sudah pulih sekitar 60%, 5% dipasok dari genset. Total 65%," kata Jonan.

    Sementara itu, untuk pendistribusian BBM sudah berjalan sekitar 70% dengan rincian konsumsi mencapai 350 kilo liter per hari dari kebutuhan normal 400 kl per hari.

    "Pendistribusian BBM mempertimbangkan lokasi dengan kepadatan penduduk dan urgensi kebutuhan masyarakat," katanya.

    Saat ini, sebanyak 12 dari 17 SPBU yang tersebar merata di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong sudah bisa melayani kebutuhan BBM.

    "Saya harapkan akan normal dalam seminggu ke depan," kata Jonan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.