Selasa, 23 Oktober 2018

Cegah Antrean Panjang, JK Minta SPBU Palu Jual BBM Pakai Cara Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban gempa dan tsunami Palu Donggala mengantre saat membeli bahan bakar minyak di SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, 4 Oktober 2018. Warga rela mengantre panjang demi mendapatkan BBM di sejumlah SPBU. REUTERS/Beawiharta

    Warga korban gempa dan tsunami Palu Donggala mengantre saat membeli bahan bakar minyak di SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, 4 Oktober 2018. Warga rela mengantre panjang demi mendapatkan BBM di sejumlah SPBU. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menginstruksikan penjualan BBM di SPBU di daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah khususnya Palu dan Donggala dilakukan secara konvensional. Dalam keterangan resminya, Juru Bicara Wakil Presiden RI Husain Abdullah mengatakan JK meminta SPBU menjual BBM secara eceran dengan menggunakan liter konvensional.

    Baca: JK Beberkan Ongkos Birokrasi Lebih Mahal dari Biaya Pembangunan

    “Kembali ke zaman dulu pakai liter seperti timba satu liter, agar distribusi SPBU tidak bergantung kepada listrik,” kata JK dalam keterangan resmi yang dirilis Husain, Jumat, 5 Oktober 2018.

    JK mencontohkan penjualan tersebut seperti melego minyak tanah saat masih beredar. Ia juga meminta hal tersebut dimulai hari ini.

    “Teknisnya pakai drum, potong dua, lalu isi BBM dan gunakan liter biasa atau timba ukuran satu liter untuk melayani konsumen agar tidak mengantre berjam-jam akibat listrik padam,” ujar Husain menjelaskan lebih jauh maksud instruksi Wapres JK.

    Sebelumnya, pada hari ini, JK meninjau dampak gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam kesempatan tersebut JK juga meninjau korban yang sedang di rawat di Rumah Sakit Wirabuana, Kecamatan Palu Timur.

    Setelah itu, JK ke Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, dilanjutkan meninjau Majelis Dzikir Nurul Khairat di Kabonena untuk sekaligus melaksanakan salat Jumat. Usai menunaikan salat Jumat, JK menuju Kampung Wani, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, dan ke Pelabuhan Laut Pantoloan, Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli.

    Baca: JK Sebut Ada Anomali dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Kemudian JK dan rombongan menuju Posko Penanggulangan Bencana Korem 132 / Tadulako. Di posko tersebut JK memimpin rapat koordinasi penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami di provinsi Sulawesi Tengah. Turut serta dalam rombongan di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.