Sabtu, 15 Desember 2018

Sandiaga Gunakan Hasil Divestasi Saham untuk Bantu Ekonomi RI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno (tengah), berswafoto bersama warga saat acara Ngopi Bareng Sandi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 27 September 2018. Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno berjanji akan melakukan perbaikan ekonomi dan menyerap aspirasi generasi milenial. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno (tengah), berswafoto bersama warga saat acara Ngopi Bareng Sandi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 27 September 2018. Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno berjanji akan melakukan perbaikan ekonomi dan menyerap aspirasi generasi milenial. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyebutkan bahwa tindakannya menggunakan hasil divestasi sahamnya untuk membeli obligasi pemerintah akan terus dilanjutkan. Pernyataan ini menyusul keputusannya menjual 1,89 persen saham miliknya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

    Baca: Rupiah Tembus Rp 15.000, Sandiaga: Bukti Ekonomi Rapuh

    Sandiaga menyatakan penjualan saham itu dia lakukan sebagai bagian dari divestasi. Dia mengaku ingin menggunakan hasil penjualan saham itu untuk membeli surat berharga atau obligasi yang diterbitkan pemerintah.

    "Salah satu dari pemikiran saya adalah menggunakan hasil dari divestasi tersebut untuk membeli obligasi-obligasi pemerintah," kata Sandiaga di Gelanggang Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Nantinya, kata Sandiaga, aksi tersebut akan diikuti dengan reposisi surat-surat berharga yang dia miliki sebagaimana tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke obligasi yang diterbitkan negara.

    Hal itu, menurut Sandiaga, merupakan tindakan nyata membantu perekonomian yang tengah sulit. Pembelian obligasi pemerintah, kata dia, sekaligus untuk menunjukkan kepercayaan kepada perekonomian Indonesia. "Ini untuk mendukung kekuatan ekonomi kita, karena negara butuh pembiayaan sekarang," ujarnya.

    Informasi penjualan saham ini pertama kali terungkap perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa-Rabu, 2-3 Oktober 2018 lalu. Total nilai transaksi penjualan saham Sandiaga sebesar Rp 194,08 miliar. Jumlah saham yang dilepas sebanyak 51,4 juta dengan harga Rp 3.776 per lembar saham.

    Transaksi ini berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama pada 2 Oktober, saham yang dijual sebanyak 12 juta unit. Hari berikutnya, Sandiaga kembali menjual saham sebanyak 39,4 juta unit. 

    Baca: Sandiaga Uno Dapat Rp 194,08 Miliar dari Penjualan Saham Saratoga

    Dengan demikian, penjualan ini mengurangi kepemilikan Sandiaga di Saratoga dari 27,79 persen menjadi 25,90 persen. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan akan terus mengevaluasi dampak aksi yang dia lakukan terhadap perekonomian. "Ini saatnya menunjukkan keberpihakan kita kepada ekonomi Indonesia dan kepercayaan kepada surat-surat berharga yang diterbitkan pemerintah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.